Kebanyakan dari kita tidak ambil pusing dalam memilih makanan yang akan kita konsumsi. Kita selalu beranggapan bahwa yang penting ialah apa yang kita makan dapat menghilangkan rasa lapar.
Akibatnya, kandungan yang ada di dalam makanan yang kita konsumsi selalu terabaikan. Padahal ada kandungan tertentu dalam makanan yang jika dikonsumsi secara berlebihan justru dapat membahayakan diri kita sendiri. Salah satu diantaranya ialah lemak.
Ada berbagai jenis lemak dalam makanan. Ada yang disebut sebagai lemak jahat, yakni lemak jenuh dan lemak trans. Jika kita mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung jenis lemak ini, maka dapat meningkatkan kadar kolesterol dan meningkatkan risiko stroke.
Selain itu, kita juga dapat mengalami kenaikan berat badan yang berlebihan. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko terkena masalah kesehatan yang serius, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.
Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua lemak itu buruk. Pada dasarnya kita semua membutuhkan lemak dalam makanan karena ini adalah sumber energi yang penting dalam membantu metabolisme tubuh. Lemak juga menyediakan asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sendiri.
Seperti apa ‘lemak baik’ dalam makanan?
- Lemak tak jenuh lebih baik untuk kesehatan kita. Lemak ini terutama ditemukan dalam ikan dan makanan nabati, seperti kacang dan biji-bijian.
- Omega 3 adalah sejenis asam lemak. Lemak ini banyak ditemukan dalam biji-bijian. Namun, sumber terbaik lemak ini diyakini terdapat dalam ikan berminyak seperti salmon. Ini sangat penting dalam mengurangi risiko stroke karena dapat mencegah terbentuknya gumpalan darah, menurunkan kolesterol dan menurunkan tekanan darah.
Apa yang dimaksud dengan ‘lemak jahat’ dalam makanan?
Lemak jenuh terutama ditemukan dalam daging dan produk susu, termasuk daging merah berlemak, produk daging (seperti sosis dan daging pai), mentega, krim dan keju. Minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan krim kelapa juga tinggi lemak jenuh.
Lemak trans terbuat dari minyak cair yang sebagian diproses (atau terhidrogenasi). Seperti lemak jenuh, lemak trans juga dapat meningkatkan kadar kolesterol. Lemak ini ditemukan dalam makanan olahan seperti margarin, kue, biskuit dan kue kering.
Terlalu banyak lemak jenuh dan trans dapat menyebabkan substansi berlemak yang disebut plak atau atheroma yang menyumbat arteri. Ini dapat menyebabkan pengerasan dan penyempitan arteri; suatu kondisi yang disebut aterosklerosis, yang meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.
Mengurangi jumlah lemak dalam diet dan mengganti ‘lemak jahat’ dengan ‘lemak baik’ dapat membantu mengurangi risiko ini. Memeriksa label dan paket makanan adalah cara yang baik untuk mengetahui kandungan lemak dalam makanan sebelum kita mengkonsumsinya.
Catatan:
- Makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi ialah yang kandungan lemaknya lebih dari 20g per 100g.
- Makanan yang memiliki kandungan lemak rendah ialah makanan yang kandungan lemaknya 3g atau kurang per 100g.
Baca Juga: Perlu Disadari, Ini Bahaya Di Balik Ciuman Bibir!

