Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kanker Serviks

kanker serviks

medikastar.id

Bulan Januari diperingati sebagai Bulan Kesadaran Kesehatan Serviks oleh seluruh dunia. Ini adalah kesempatan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya upaya skrining atau deteksi dini pada kanker serviks.

Berikut ini  beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang kanker serviks:

Salah satu kanker yang paling umum terjadi pada perempuan

Menurut data dari situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak keempat yang diderita perempuan secara global.

Di 2020, jumlah kasus baru kanker ini mencapai 604.000 kasus, dengan 342.000 kasus kematian. 90 persen dari jumlah kasus kematian akibat kanker serviks itu terjadi di negara-negara berpendapatan rendah atau menengah

Di Indonesia, data oleh Globocan pada 2020 lalu mencatat total kasus kanker serviks di Tanah Air mencapai 36.633 kasus. Ini menjadi kasus kanker tertinggi kedua di Indonesia, setelah kanker payudara.

Kanker serviks bisa dicegah

Kendati jumlah kasusnya tinggi, sebenarnya kanker serviks ini dapat dicegah. Kanker serviks bisa dicegah jika perempuan memahami penyebab-penyebab dari penyakit ini.

Kanker ini utamanya disebabkan oleh infeksi persisten dari virus Human Papillomavirus (HPV). Ini merupakan salah satu virus yang paling sering ditularkan lewat kontak seksual. Bahkan, 99 persen kasus kanker serviks atau kanker mulut rahim berkaitan dengan infeksi HPV.

Kanker ini bisa ditangani lewat beberapa cara, seperti skrining dan vaksinasi HPV. Skrining dini adanya kanker serviks ini dapat dilakukan oleh perempuan yang telah aktif melakukan hubungan seksual terutama pada usia 30-50 tahun. Pemeriksaan dapat dilakukan minimal 5 tahun sekali.

Terlambatnya skrining dini kanker serviks menjadi salah satu penyebab berkembangnya kanker serviks karena mereka yang terdiagnosis kanker melakukan pemeriksaan saat sudah timbul gejala. Hal itu berarti kanker sudah berada pada stadium lanjut.

Karena itu, jangan menunggu ada keluhan tersebut, lakukan lah skrining jika telah aktif melakukan hubungan seksual. Pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering pada mereka yang memiliki resiko tinggi yaitu jika ada riwayat kanker pada keluarga, memiliki kekebalan tubuh yang lemah, dan terdapat prakanker pada skirining sebelumnya.

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan tertentu yang mengandung antioksidan dan melawan zat kanker. Di antaranya adalah makanan yang mengandung vitamin A, C, E dan kalsium, Vitamin dan Volat, Polifenol dan Flavanoid, Avokad, Wortel, dan sebagainya.

Faktor risiko dan gejala kanker serviks

Adapun  Faktor resiko terjadinya kanker serviks antara lain  aktivitas seksual pada usia muda, keinginan seksual dengan multipartner, merokok, mempunyai anak banyak, sosial ekonomi rendah, memakai pil KB (dengan HPV negative/ positif), dan pasien dengan gangguan imunitas.

Pada umumnya anker serviks pada stadium awal dapat muncul tanpa gejala apa pun. Pada stadium lanjut, gejala  yang paling umum adanya bercak atau perdarahan setelah hubungan seksual, perdarahan diluar masa haid, perdarahan pada masa menopause, mengalami haid yang panjang, dapat muncul keluhan nyeri panggul atau perut bagian bawah.

Menghindari faktor resiko menjadi langkah  penting untuk mencegah penyakit ini seperti setia terhadap pasangan, memenuhi kebutuhan nutrisi dan menerapkan gaya hidup sehat. Mulailah dari sekarang, saat ini dan hari ini juga karena akan lebih efektif untuk mencegah daripada mengobati. (*)

Baca juga: Mengenal Apa itu Perawatan Paliatif