Yohanes Sara Resmi Pimpin PMKRI Cabang Kefamenanu

Kefamenanu, medikastar.id

Yohanes Polikarpus Wiglis Sara dilantik menjadi Ketua PMKRI Cabang Kefamenanu Santo Yohanes Don Bosco periode 2019-2020. Yohanes dilantik oleh  Sekretaris Jendral Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PP PMKRI) Santo Thomas Aquinas, Thomson Sabungan Silalahi.

Upacara pelantikan tersebut dilaksanakan di aula Margasiswa PMKRI Cabang Kefamenanu, Selasa (19/3/2019). Acara pelantikan tersebut ditandai dengan penyematan gordon oleh Sekretaris Jendral PP PMKRI, Thomson Sabungan Silalahi.

Selanjutnya Ketua PMKRI Cabang Kefamenanu, Yohanes Sara, melantik Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Kefamenanu. Prosesi pelantikan tersebut juga ditandai dengan penyematan gordon kepada para anggota DPC.

Dalam sambutannya, Yohanes mengatakan, PMKRI di masa kepemimpinannya akan berupaya mengoptimalkan kembali jenjang pendidikan formal berbasiskan teknologi. Hal ini penting agar kita tidak tergilas perkembangan teknologi. Apalagi kita sedang memasuki era Revolusi 4.0

“PMKRI Cabang Kefamenanu akan terus berusaha mengawal semua program serta kebijakan dan pembangunan pemerintah yang tidak pro terhadap kepentingan masyarakat. Dan PMKRI Cabang Kefamenanu akan kembali ke kampus, dan menjadikan kampus sebagai basis gerakan PMKRI,” tuturnya.

Senior PMKRI, Agustinus Sikki, dalam sambutannya mewakili senior dan alumni mengatakan, DPC PMKRI Cabang Kefamenanu untuk periode 2019/2020 harus menjadi PMKRI sebagai intelektualitas populis. Ini dimaksudkan agar ada keseimbangan antara intelektual dan spiritualitas dalam menjalankan roda organisasi ini ke depannya.

“Saat ini sudah memasuki tahun politik di mana akan digelar pemilihan umum pada 17 April 2019 mendatang. Oleh karena itu, PMKRI Cabang Kefamenanu harus bisa bersama masyarakat menjaga demokrasi agar tetap berjalan dengan baik.  PMKRI juga harus terus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sehingga mereka dapat memberikan pilihan kepada calon yang benar-benar nantinya merakyat,” jelasnya.

Klik untuk terhubung dengan dr. Teacher Florist Kupang

Sekjen PP PMKRI, Thomson Sabungan Silalahi, dalam sambutannya menekankan dua kata kunci yang dibicarakan dalam kegiatan lokakarya nasional, yakni kolaborasi dan disrupsi. Menurut Mahasiswa Pascasarjana UNJ itu, dua kata kunci tersebut harus dapat dipegang oleh manusia agar tetap eksis di zaman ini.

Ia mengatakan, manusia adalah makhluk yang mempunyai kemampuan berkolaborasi secara fleksibel dengan sesamanya. Kemampuan itu tidak ada pada spesies lainnya. Sehingga kolaborasi sangat penting dan menjadi pelajaran yang sangat berharga.

“Mengapa PMKRI membicarakan khusus tentang disrupsi. Hal itu karena perkembangan teknologi dan informasi yang sudah tidak dapat dibendung lagi. Sehingga semua kader PMKRI dituntut agar mengoptimalkan perkembangan teknologi tersebut,” jelasnya.

Mantan Ketua PMKRI Cabang Pematang Siantar tersebut lebih jauh menegaskan, sekarang ini semua hal berkaitan dengan online dan gadget. Jadi segala hal sudah tergantikan dengan proses kerja berbasiskan online. Oleh karena itu PMKRI harus mampu mengoptimalkan platform perkembangan teknologi itu. (Santos)

Baca juga: Kasatreskrim Polres TTU Sosialisasi Hukum di Lokasi TMMD