11 Puskesmas di Kota Kupang Sudah Layani IVA Tes untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Kota Kupang, medikastar.id

11 Puskesmas yang ada di Kota Kupang sudah dapat melakukan tes IVA (inspeksi visual asam asetat) untuk deteksi dini kanker serviks. Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si, Kamis (01/11/18) pun menghimbau seluruh wanita di Kota Kupang, khususnya wanita yang sudah masuk dalam usia produktif untuk melakukan pemeriksaan dini kanker serviks.

“Saya himbau para wanita di Kota Kupang, terutama yang sudah masuk usia produktif, mari kita melakukan pemeriksaan (kanker serviks_red). Minimal kita tahu posisi kita di mana. Kalau masih normal, kita syukuri. Tetapi kalau saat pemeriksaan ada temuan, misalnya sudah berada di stadium satu, mari kita sama-sama tindak lanjuti supaya sehat kembali,” tutur dr. Ari Wijana.

Hal ini disampaikan oleh dr. Ari Wijana kepada Medika Star di sela-sela kegiatan Seminar Sehari Deteksi Dini dan Penatalaksanaan Kanker Mulut Rahim. Seminar ini diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang di Grand Mutiara Kupang, Kamis (01/11/18).

Terkait deteksi dini kanker serviks, dr. Ari Wijana mengungkapkan bahwa 11 Puskesmas yang ada di Kota Kupang sudah dapat melakukan tes IVA (inspeksi visual asam asetat). Dari 11 Puskesmas tersebut, sudah ada 5 Puskesmas yang dapat melakukan Cryoterapi untuk pasien yang sudah masuk stadium satu kanker serviks.

Ia menjelaskan pula bahwa bagi peserta BPJS Kesehatan, biaya Tes IVA dan juga Cryaterapi ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sementara bagi masyarakat Kota Kupang yang termasuk dalam kategori miskin dapat menikmati layanan kesehatan ini dengan menggunakan Jamkesda dan juga KTP Elektronik.

“Saat ini, untuk masyarakat miskin masih dibantu oleh Jamkesda dan EKTP. Tetapi mungkin di 2019 nanti, karena Jamkesda dan EKTP mungkin sudah tidak ada, nanti semua diintegrasi ke BPJS Kesehatan,” lanjutnya menerangkan.

dr. Ari Wijana juga menghimbau para wanita agar tidak takut untuk melakukan deteksi dini kanker serviks.

“Penyakit jangan disimpan, karena kalau disimpan dan sudah masuk stadium 4 baru kita temukan, maka kita sendiri sudah pasti angkat tangan. Mari kita temukan lebih dini supaya penanganan dan pengobatannya lebih gampang,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Ari Wijana memberikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang yang sudah menyelenggarakan seminar terkait kanker serviks. Menurutnya, seminar ini merupakan salah satu promosi kesehatan khususnya di bidang kanker serviks.

“Kita mendorong organisasi-organisasi wanita untuk membuat kegiatan seperti ini sehingga nanti di lapangan mereka membantu kita mencari sasaran untuk kita periksa,” jelasnya.

Seminar sehari ini menghadirkan dr. Ari Wijana sebagai pemateri pertama. Ia membawakan materi, “Kebijakan pemerintah Kota Kupang dalam pencegahan dan penanganan kanker serviks.”

Pemateri lainnya dalam seminar ini ialah dr. Laurens David Paulus, SpOG (K)Onk yang membawakan materi dengan topik, “Mengenal penyebab, gejala dan penanganan kanker serviks.” Selain itu, hadir juga dr. Ivonne Ray Parera, M.Kes yang berbicara mengenai, “IVA sebagai metode untuk deteksi dini kanker mulut rahim.”

Seminar yang dibuka secara resmi oleh wakil wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man ini diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta. (*/red)

Baca Juga : Angka Kematian Ibu di TTU Meningkat, Begini Komentar Wakil Bupati TTU