Kefamenanu, medikastar.id
Sesuai data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kematian Ibu melahirkan sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2018 mengalami peningkatan. Dimana pada tahun 2017, tercatat hanya 2 kasus kematian. Namun di tahun 2018, telah tercatat sebanyak 6 kasus kematian ibu melahirkan.
Terkait hal ini, Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes saat ditemui Medika Star di Balai Biinmaffo, Kamis (1/11/18) mengatakan bahwa harus ada kajian terlebih dahulu terhadap penyebab kematian ibu melahirkan. Misalnya, apakah ibu meninggal karena kurang gizi ataukah karena tidak periksa saat kehamilan.
“Ibu hamil harus periksa secara rutin setiap awal kehamilannya sampai pada saat melahirkan. Tetapi ketika melahirkan baru mau periksa, bisa saja anak sudah mati di dalam kandungan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Aloysius Kobes mengatakan bahwa perlu diperhatikan juga gizi dari ibu itu sendiri. Hal ini karena penyebab dari Bayi Lahir Mati (BLM) dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dapat dilihat dari seberapa besar asupan gizi yang diberikan kepada ibu hamil.
“Orang mau pandai itu harus mulai dari rahim ibu, ketika ibu sudah hamil usia muda sudah harus diperhatian,” tegasnya. (Santos).
Baca Juga : Di Bulan Oktober, NTT Kembali Alami Deflasi

