Kota Kupang, medikastar.id
Pada bulan Oktober 2018, provinsi Nusa Tenggara Timur kembali mengalami deflasi sebesar 0,04 persen. 2 kota di NTT, yakni Kota Kupang dan Maumere mengalami hal yang sama, dimana Kota Kupang mengalami deflasi sebesar 0,05 persen dan Kota Maumere mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.
Hal di atas dijelaskan oleh Demarce M. Sabuna, SST.,SE.,M.Si, Kepala Bidang Statistik Distribusi kepada awak media, Kamis (01/11/18).
Deflasi yang dialami oleh NTT pada bulan Oktober, lanjut Demarce, terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada 2 kelompok pengeluaran. 2 kelompok pengeluaran tersebut angata lain transpor sebesar 1,70 persen dan makanan jadi sebesar 0,01 persen. Sedangkan 4 kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan indeks harga. Salah satu kelompok pengeluaran, yakni kelompok bahan makanan mengalami kenaikan indeks yang paling tinggi sebesar 0,84 persen.
Terkait Nilai Tukar Petani (NTP) di NTT pada bulan Oktober 2018, Demarce menjelaskan bahwa terjadi kenaikan naik NTP sebesar 0,13 persen.
“Adanya kenaikan tersebut berarti bahwa daya beli atau daya tukar petani meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya. Ini disebabkan karena terjadinya peningkatan pendapatan petani yang lebih besar dibandingkan dengan biaya produksi pertanian,” tuturnya.
Dikatakan pula bahwa di bulan Oktober, kebutuhan petani terhadap biaya produksi meningkat jika dibandingkan dengan bulan September 2018. Kenaikan ini sebesar 0,24 persen. Peningkatan biaya ini khususnya pada seluruh sub kelompok seperti bibit, pupuk, obat-obatan, pakam biaya sewa, transportasi, dan penambahan barang modal. (*)
Baca Juga : Kadis Kesehatan NTT Apresiasi 11 Kabupaten/Kota yang Capai Target Nasional Imunisasi MR

