Atambua, medikastar.id
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat, RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua terus melakukan pembenahan. Peningkatan kualitas pelayanan tersebut bertujuan untuk manaikan tipe rumah sakit dari Tipe C menuju ke Tipe B. Hal ini diungkapkan oleh Direktur RSUD Atambua, drg. Ansila Muti kepada awak media di ruang kerjanya pada, Senin (15/10/18).
Dikatakan bahwa pihak RSUD Atambua terus melakukan pembenahan dari segi sikap pelayanan terhadap pasien, peningkatan SDM, dan pembangunan infrastrutur.
“Saya meminta kepada semua petugas di RSUD Atambua agar selalu bersikap ramah dan tersenyum kepada para pasien,” tutur drg. Ansila.
Dijelaskan pula bahwa pada tahun 2017, RSUD Atambua telah mengajukan pembangunan gedung untuk ruang rawat inap kelas I, II, dan III. Rencananya, gedung ruang rawat inap tersebut akan dibangun di bagian belakang. Alasannya karena sesuai dengan konsep pembangunan gedung rumah sakit yang benar, bangunan bagian depan rumah sakit seharusnya menjadi area publik.
“Karena keterbatasan ruangan, saat ini, kami masih menggunakan gedung bagian depan untuk melakukan pelayanan bahkan ruang inap bagi para pasien,” jelas drg. Ansila.

Rencana inipun telah disetujui oleh kementrian Kesehatan. Karena itu, pembangunannya baru akan selesai di akhir tahun 2018 ini.
“Kami sedang menyediakan lagi satu gedung yang memenuhi syarat untuk ruang rawat inap. Kalau saat ini ruang kelas I, II, dan III masih dalam satu ruangan yang sama. Rencananya kita akan membuat ruang kelas I itu ya 1 tempat tidur, kelas II itu 2 tempat tidur, dan kelas III itu ada 6 tempat tidur dengan kapasitas ruangan yang besar,” ujar drg. Ansila.
Rencananya, pada bulan November 2018 ini, pihak RSUD Atambua akan mendatangkan tim Perhimpunan Nefrologi Republik Indonesia (Pernerfri) dari Bali untuk melakukan visitasi guna pengadaan fasilitas CAT Lab. Pihak RSUD juga sementara melakukan pembangunan ruangan CT Scan dan gedung Bedah Pusat Terpadu.
Selain pembangunan infrastruktur, RSUD Atambua juga berusaha meningkatkan kualitas SDM. Salah satunya dengan mengajukan untuk penambahan dokter spesialis di RSUD Atambua.
Saat ini, RSUD Atambua memiliki 281 orang PNS, 85 orang Tenaga Kontrak Daerah (termasuk dokter), 223 Tenaga Kontrak BLUD, dan 25 orang tenaga sukarela.
“Saat ini kita mengadakan pembenahan SDM terlebih dahulu. Rumah sakit saat ini termasuk salah satu perangkat daerah di bidang pelayanan publik. Karena itu, selain melakukan peningkatan fasilitas gedung, saya selaku pimpinan di rumah sakit ini terus berupaya meningkatkan SDM agar pelayanan semakin baik,” jelasnya.
Untuk diketahui, saat ini, RSUD Atambua menjadi salah satu dari 5 rumah sakit yang menjadi rujukan Regonal di NTT. Selain RSUD Atambua, ada juga RSUD WS. Yohanes Kupang, RSUD Maumere, RSUD Sumba Timur, dan RSUD Ende. (*/Richi)
Baca Juga : “Apoteker Bajalan” Taklukan Puncak Mutis

