Aloisius Bria: Home Care Seperti Klinik King Care Bisa Jadi Solusi Masalah Kesehatan di NTT

Kota Kupang, medikastar.id

Mengedepankan pelayanan langsung ke rumah-rumah, Home Care seperti Klinik King Care dipercaya mampu menjadi salah satu solusi permasalahan kesehatan di NTT. Selain praktis, pelayanan kesehatan ke rumah-rumah lebih efisien, intensif dan komprehensif.

Hal itu disampaikan Aloisius Bria Nahak dalam diskusi ringan dengan Medika Star, Jumat (14/12/2018). Menurut Aloisius yang lama bekerja di kedutaan Republik Indonesia di beberapa negara di Eropa, Home Care sudah ada di hampir seluruh negara Eropa. Pelayanan kesehatan ini lebih praktis dan bisa diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.

Klinik King Care yang diungkapkan oleh Aloisius Bria merupakan klinik yang dirintis oleh dr. Yoseph E. Gonang dan Petrus Laba, SST. Klinik ini adalah Klinik Home Care pertama dan legal di Kota Kupang dan NTT. Dalam karyanya, Klinik King Care memberikan layanan perawatan kesehatan dan pelayanan kedokteran langsung di rumah atau tempat tugas pasien.

“Di Eropa, kalau ada yang sakit mereka tinggal menelpon Home Care Klinik. Dalam beberapa saat mobil lengkap dengan peralatan kesehatan dan dokter spesialis sudah muncul. Pasien tinggal memilih mau diobati atau dirawat di ruang mana, misalnya di ruang tamu, kamar tidur, atau bisa juga di taman,” papar Aloisius.

Pola ini sudah diterapak oleh Klinik King Care dan jika dikembangkan akan sangat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Karena pola ini akan menyentuh langsung kebutuhan kesehatan masyarakat. Kehadiran dokter dan perawat ke rumah pasien menjadi jaminan pasien mendapat pelayanan ekstra. Keluhan, sakit dan penyakit yang diderita pasien akan ditangani secara lebih cepat. Pasien juga akan merasa lebih nyaman karena berada di rumah sendiri, selain meminimalisir peluang tertular penyakit dari pasien lain (bila dirawat di rumah sakit).

Dari sisi efisiensi waktu, Home Care seperti Klinik King Care akan membuat pasien yang hendak mendapatkan pengobatan tidak harus mencari kendaraan ke rumah sakit. Pasien juga tidak perlu mengantre di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan.

Penanganan pasien oleh dokter dan perawat yang kompeten juga akan lebih menyeluruh. Kondisi pasien akan dipantau setiap saat. Perawatan dan pengobatan dilakukan tepat waktu dan hal itu akan sangat membantu mempercepat proses penyembuhan pasien.

Karena itu, Aloisius mengapresiasi apa yang telah dilakukan Klinik King Care. Pelayanan yang telah dilakukan oleh Klinik King Care oleh Aloysius dipandang membantu peran rumah sakit.

“Mungkin selama ini, rumah sakit kewalahan menangani pasien karena jumlahnya yang banyak. Dengan adanya Klinik King Care, orang bisa membuat pilihan untuk berobat di rumah dengan standar pelayanan kesehatan yang baik melalui Home Care,” ujarnya.

Baca Juga: Viktor: Kalau Memang Kematian Adalah Syarat untuk Masyarakat Bertumbuh, Biarlah itu Menghampiri Saya

Pemerataan fasilitas dan tenaga medis

Lebih dari itu, Aloisius juga menyinggung persoalan kesehatan di NTT secara umum. Dalam kaca mata Aloisius, beberapa persoalan kesehatan di NTT yang membutuhkan perhatian serius adalah ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana kesehatan termasuk alat kesehatan dan obat-obatan, ketersediaan tenaga kesehatan di daerah pelsosok atau di desa-desa, dan keterpanggilan (passion) tenaga medis untuk memberikan pelayanan yang prima.

“Kita lihat ada berapa dokter yang ada di satu kecamatan. Lalu berapa bidan, perawat dan tenaga kesehatan lain. Paling-paling adanya di Puskesmas atau Polindes. Ini menjadi satu kendala ketika masyarakat hendak mengakses layanan kesehatan,” ujar Aloisius.

“Belum lagi para medis tersebut dalam pelayanannya tidak tulus dan sungguh-sungguh menggeluti profesi dan panggilannya,” sambungnya.

Karena itu, ia mengaharapkan pemerintah untuk serius memperhatikan masalah ini. Sebaran tenaga medis harus dibuat merata. Untuk menunjang kerja-kerja para tenaga kesehatan, harus ada kompensasi berupa penghargaan atau insentif bagi mereka yang mengabdikan diri di pelosok-pelosok.

Selain itu, peran Dinas Kesehatan baik di daerah tingkat satu dan dua harus lebih maksimal. Dalam hal ini, harus ada komitmen untuk membaca fenomena kesehatan di masyarakat, membuat program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan menjalankan program sampai tuntas. Dengan itu, ia yakin NTT bisa bergerak maju menjadi lebih sehat.

Aloisius juga mengakui bahwa eksekusi program tergantung besarnya budget yang dipunya. Karena itu, ia mengaharpkan agar kualitas program serta implementasinya harus benar-benar baik. Hanya dengan itu persoalan kesehatan yang melilit masyarakat NTT dapat teratasi. (*/red)

Baca Juga: Siswa-Siswi SMK Kencana Sakti Haumeni Soe Bersihkan Pasar Inpres Soe