Kota Kupang, medikastar.id
Walaupun saat ini belum ada kasus virus corona (2019-nCoV) di NTT, namun RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang sebagai rumah sakit pusat rujukan provinsi telah mengambil sejumlah langkah antisipatif. Hal tersebut dikatakan oleh dr. Stef Soka, Sp.B., Wakil Direktur RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang, Selasa (28/01/20).
“Kendatipun sampai saat ini kita belum menemukan tanda-tanda pasien yang terjangkit virus Corona jenis 2019-nCov, tetapi RSU WZ Johannes sebagai rumah sakit pusat rujukan provinsi juga mulai melakukan persiapan untuk proses antisipasi,” terangnya.
Dikatakan olehnya bahwa secara sistem, dalam rapat koordinasi tim internal rumah sakit, pihaknya telah membuat alur penanganan pasien yang dicurigai terpapar virus ini. Mulai dari pintu masuk rumah sakit, yaitu UGD dan poliklinik, serta pasien yang dirawat di bangsal.
“Agar penanganan bisa komprehensif, dibentuk tim untuk penanganan kasus ini,” kata dr. Stef.
Menurutnya, apabila nanti ditemukan ada pasien yang terkena virus corona, SDM yang dimiliki oleh RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang saat ini sudah cukup memadai untuk menanganinya. SDM tersebut misalnya dokter ahli, baik itu dokter ahli Paru, dokter ahli penyakit dalam dan patologi klinik, serta para perawat dan tenaga analis yang berkompeten dalam penanganan penyakit menular.
“Kendala yang masih dihadapi adalah mempersiapkan ruang isolasi khusus yang sesuai standar agar bisa mencegah penularan pasien di lingkungan rumah sakit saat perawatan,” katanya.
Selain itu, kendala lainnya ialah belum maksimalnya peralatan pengamanan bagi petugas (APD).
“Ini yang masih dipersiapkan oleh manajemen rumah sakit,” ungkap dr. Stef.
Selain itu, pihaknya berharap agar dalam waktu dekat dapat melakukan koordinasi dengan Dinkes Provinsi NTT serta pihak-pihak terkait agar bisa mengantisipasi resiko penyebaran virus serta dampak yang ditimbulkan oleh virus ini.
dr. Stef melanjutkan bahwa persiapan lainnya ialah bahwa bagian Promosi Kesehatan Masyarakat RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang tengah mempersiapkan materi edukasi mengenai virus corona bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang berkunjung ke rumah sakit. Tujuannya ialah agar masyarakat tidak panik dengan kondisi yang ada dan juga dapat paham mengenai bagaimana pencegahan virus corona ini.
Sebagai bentuk pencegahan, pihaknya meminta agar masyarakat selalu menjaga kebersihan dengan cara rajin mencuci tangan, khususnya jika ada kontak dengan pasien yang mempunyai gejala demam dan batuk batuk, apalagi disertai sesak nafas. Selain itu, diminta agar masyarakat tidak lupa menggunakan masker saat kontak dengan pasien dengan gejala seperti di atas.
“Jika ada keluarga yang menderita deman disertai batuk-batuk apalagi dengan sesak nafas, segera dibawa ke fasilitas kesehatan, khususnya jika pasien pernah berpergian ke daerah-daerah yang terjangkit virus Corona. Untuk para pasien yang menderita deman dan batuk disarankan memakai masker atau mematuhi etika batuk agar tidak menularkan penyakit ke orang di sekitarnya,” tutup dr. Stef. (*/red)
Baca Juga: Kadis Kesehatan NTT Pastikan Belum Ada Kasus Virus Corona di NTT

