Seruan Anti Narkoba dalam Peringatan Hari Perempuan Internasional di Kupang

Kota Kupang, medikastar.id

Merayakan hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya, DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi NTT bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi NTT menggelar serangkaian kegiatan di arena car free day, Sabtu (07/03/20).

Menariknya, selain serangkaian kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, peringatan hari Perempuan Internasional tersebut juga dirayakan dengan senam zumba bersama yang memanfaatkan mobil dan juga panggung dari Badan Narkotika Provinsi (BNNP) NTT. Hadirnya mobil BNNP NTT yang dilengkapi dengan slogan Anti Narkoba menjadi media yang tepat untuk sosialisasi pentingnya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah NTT

Terkait hal ini, Ana Waha Kolin, Ketua DPD KPPI NTT mengatakan bahwa dalam merayakan Hari Perempuan Internasional, pihaknya memang menggandeng sejumlah pihak, termasuk BNNP NTT.

“Kita sengaja melibatkan BNNP NTT karena kita memang ingin mengkampanyekan anti narkoba dalam kegiatan kita ini,” katanya.

Menurut Ana, akhir-akhir ini narkoba menjadi sebuah hal yang sangat menakutkan dan mengancam generasi Indonesia serta anak-anak bangsa. Oleh karenanya, KPPI NTT merasa perlu untuk bergandengan tangan dengan BNNP NTT dalam menggaungkan kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah NTT.

Hal yang demikian juga disampaikan oleh Anggota DPD RI Provinsi NTT, dr. Asyera R.A Wundalero. dr. Asyera yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kaum perempuan. Khususnya yang ada di NTT harus berkomitmen untuk stop narkoba.

“Kita harus mampu mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Aturan dan hukum untuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sangat tegas, sehingga kita sebagai perempuan harus mampu melindungi diri kita sendiri, keluarga, dan lingkungan kita dari bahaya narkoba,” tegasnya.

dr. Asyera juga menyinggung mengenai dampak buruk yang akan timbul apabila seorang perempuan, khususnya seorang ibu menjadi korban penyalahguna atau pencandu narkoba. Menurutnya, penggunaan narkoba oleh seorang ibu akan berdampak buruk pada anak dan keluarga, baik itu dari sisi kesehatan mapun dari sisi psikologi.

“Penggunaan narkoba oleh ibu akan berdampak pada anak, sebab anak dan ibu memiliki hubungan yang sangat erat. Jika seorang ibu sudah tidak bisa menjaga kenetralan pikirannya karena pengaruh obat, maka kualitas mentalnya pun akan menurun. Jika kondisi mentalnya sudah tidak bagus maka dia akan sangat kesulitan untuk mendidik dan membina keluarga,” katanya.

“Maka dari itu seorang ibu sebaiknya menghidari diri dari narkoba,” tegas dr. Asyera.

Terkait hal ini, Kepala Seksi Pencegahan Badan Narkotika Nasional Provinsi NTT (BNNP NTT), Markus Raga Djara SH,.MHum mengapresiasi KPPI NTT dan juga Dinas P3A yang menggandeng BNNP NTT merayakan hari Perempuan Internasional.

Menurutnya apa yang dilaksanakan pada moment tersebut, khususnya senam zumba bersama yang memanfaatkan mobil BNNP NTT merupakan salah satu bentuk sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah NTT.

Dikatakan demikian mengingat mobil BNNP NTT tersebut telah dilengkapi dengan berbagai slogan yang berisi sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Dengan menghadirkan mobil tersebut di arena car free day, masyarakat akan secara langsung terpapar dengan informasi mengenai pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Salah satu cara BNN dalam melakukan sosialisai ialah bekerja sama dengan berbagai instansi dengan menyedikan sarana berupa mobil dan panggung yang dapat dimanfaatkan untuk senam zumba bersama. Jadi secara tidak langsung senam zumba bersama tersebut merupakan zumba menolak narkoba. Dari pada kita memakai narkoba, lebih baik kita senam bersama,” kata Markus.

Ia lanjut menjelaskan bahwa di tempat lain dalam situasi yang berbeda sosialisasi yang diberikan BNNP NTT kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan menggunakan kata-kata, tetapi khusus di arena car free day, sosialisasi tersebut dibuat dengan cara menyediakaan mobil yang berisi slogan-slogan anti narkoba. Selain masyarakat yang lewat dapat membaca tulisan di mobil, saat gelaran acara, semua yang terlibat dalam acara tersebut juga diajak foto bersama dengan spanduk yang berisi ajakan pencegahan narkoba.

“Ternyata ini efektif. Dan kami BNNP NTT terbuka dengan semua pihak. Jadi siapa saja, pihak mana saja yang bisa mengundang dan bekerja sama dengan BNN untuk melakukan senam zumba bersama, kami siap,” tutup Markus. (*/red)

Baca Juga: NTT Serius Kembangkan Pertanian dan Peternakan dengan Sentuhan Teknologi