Labuan Bajo, Medika Star.Com
Kain tenun khas NTT, baik itu kain tenun Timor, Sabu, Rote, Sumba, dan Flores menarik perhatian para dokter dan bidan yang sedang mengikuti kegiatan 8th INASGO Bienial Meeting di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.
Berdasarkan pantaun Medika Star, Jumat (06/07/2018) di sela-sela kegiatan, para dokter dan bidan beramai-ramai membeli tenun khas NTT yang dipasarkan oleh Pogi NTT.
Jaya Putra Hawu Haba (26), salah seorang pegawai Pogi NTT saat ditemui Medika Star menjelaskan bahwa salah satu tujuan pihaknya memasarkan kain tenun khas NTT adalah untuk memperkenalkan kain tenun tersebut ke semua dokter yang saat ini sedang mengikuti kegiatan INASGO.
“Saat ini, semua dokter khususnya dokter spesialis kandungan se-Indonesia sedang berkumpul di sini. Ini menjadi kesempatan kami untuk memperkenalkan kain tenun khas kepada mereka,” terangnya.
Tidak hanya kain, Pogi NTT juga memperkenalkan berbagi macam cendera mata dengan motif khas NTT, seperti tas, topi, gantungan kunci, dan sebagainya.
“Kain yang dijual harganya berkisar antara empat ratus ribu hingga dua juta rupiah. Harga tersebut diukur berdasarkan kualitas masing-masing kain,” ujar Putra.
Terpisah, dr. Eduar Manurung, SpOG (K) menjelaskan bahwa kain yang dijual oleh Pogi NTT sangat bagus dan menarik. Menurutnya, motif-motif kain tenun khas NTT sangat unik dan tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain di Indonesia.
“Semoga ke depan pihak Pogi NTT terus mempromosikan motif-motif NTT di mata dunia. Karna ini merupakan bagian dari aset untuk meningkatkan APBD NTT ke depan,” pintanya.
Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, Indonesian Society Of Gynecologic Oncology (INASGO) menggelar kegiatan 8th The Indonesian Society Of Gynecologic Oncology Biennial Meeting. Kegiatan ini berlangsung di hotel Jayakarta Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT sejak Kamis, (05/07/18) hingga Sabtu (07/07/18).
Selain anggota INASGO, kegiatan ini diikuti oleh ratusan dokter spesialis kandungan dan dokter umum serta bidan. (Mulia Donan)
Baca Juga: President of INASGO: Screening Gagal, Indonesia Butuh Vaksinasi Nasional

