Achmad Yurianto Tak Lagi Jadi Jubir Covid-19, Beginilah Perjalanan Karirnya

medikastar.id

Sejak Selasa (21/7) Achmad Yurianto tak lagi bertugas sebagai juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19. Sosok yang setiap hari muncul di berbagai pemberitaan ini digantikan posisinya oleh Wiku Adisasmito, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Selama masa pandemi Covid-19, Yuri telah bertugas selama 140 hari sebagai jubir dan sering tampil khas dengan balutan baju-baju batiknya. Lantas, bagaimana perjalanan karir dari Achmad Yurianto selama ini?

Achmad Yurianto lahir di Malang pada tanggal 11 Maret tahun 1962. Pria yang akrab disapa Yuri ini merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Jawa Timur angkatan tahun 1990. Setelah menyelesaikan Pendidikan kedokteran, Yuri melanjutkan Pendidikan di bidang militer.

Di tahun 1991 hingga 1998, Yuri menempuh Pendidikan Dasar Kecabangan Kesehatan, serta Suslapa Kesehatan I dan II. Pada tahun 1999, ia kemudian menempuh pendidikan magister Program Kajian Administrasi Rumah Sakit di Universitas Indonesia. Selanjutnya, ia melanjutkan lagi Pendidikan Suspajemen Madya Rumah Sakit di tahun 2000.

Jenjang pendidikan di bidang kesehatan dan militer membuatnya menjadi dokter yang juga berkarir di bidang kemiliteran. Saat ini, Yuri telah berpangkat Kolonel CKM (Purn.). CKM adalah satuan khusus kesehatan di dinas militer.

Karir dari Yuri terbilang cukup panjang di bidang kesehatan dan militer. Ia memulai karirnya sebagai Danmenwa Universitas Airlangga di tahun 1986 hingga 1988. Ia pun pernah menjadi dokter yang bertugas di Dili, Timor Timur pada tahun 1991. Berbagai jabatan di bagian kesehatan dan militer pernah dipegangnya sebelum pada tahun 2016, ia ditugaskan sebagai Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Setelah itu, pada bulan Maret 2020 lalu, ia diangkat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian kesehatan. Sebelumnya, pada tahun 2019 lalu, ia sempat bertugas sebagai sekretaris. Lebih lanjut, masa pandemi yang berlangsung membuat pemerintah membentuk tim Gugus Tugas yang menangani Covid-19 secara khusus. Yuri pun ditunjuk sebagai jubir pemerintah oleh Presiden Joko Widodo.

Selama menjadi jubir pemerintah untuk Covid-19, Yuri selalu berdiri dihadapan media untuk memberikan update data terbaru kondisi Covid-19 di Indonesia. Selain itu, ia juga tak pernah lupa untuk mengingatkan semua pemirsa dan masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah. Hal ini membuat wajah Yuri sudah menjadi sangat akrab di mata orang-orang yang selalu mengikuti perkembangan berita mengenai Covid-19 dari pemerintah.

Pergantiannya sebagai jubir pemerintah diumumkan oleh Airlangga Hartanto selaku Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Pengumuman tersebut disampaikan saat konferensi pers di Gedung Kemenko Perekonomian.

“Nanti ada tambahan ya, jubir pemerintah di sini adalah ditunjuk Prof Wiku (Wiku Adisasmito) dari BNPB,” kata Airlangga, seperti dilansir dari CNN Indonesia (21/7)

Lalu, apa yang akan menjadi tugas dari Yuri setelah tak lagi memegang posisi sebagai jubir pemerintah untuk Covid-19? Ia tentu akan fokus untuk menjalankan tugasnya sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan.

“Tadi sudah diumumkan Menko Perekonomian. Saya fokus di P2P,” kata Yuri, seperti dilansir dari Kompas (22/7)

Banyak netizen beramai-ramai mengucapkan terima kasih atas kinerja dan kerja keras dari Yuri selama menjabat sebagai jubir pemerintah. Ada pula yang mendoakan kesehatan dan kekuatan bagi Yuri dalam menjalankan setiap tugas-tugasnya. Pergantian jubir ini diharapkan dapat membuat penanganan Covid-19 di Indonesia dapat menjadi lebih baik dan efektif.

Baca juga: Waspada Dampak Stunting dalam Jangka Pendek dan Jangka Panjang