Antisipasi Eskalasi Covid-19, Dinkes NTT Adakan Pelatihan bagi Tenaga Kesehatan

Kota Kupang, medikastar.id

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT mengadakan on the job training (OJT) bagi 70 tenaga kesehatan di Kota Kupang untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Pelatihan digelar di RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang, Selasa (14/4/2020) dengan menggandeng manajemen rumah sakit tersebut.

Para tenaga medis yang mengikuti pelatihan itu antara lain dokter, perawat, bidan, tenaga laboratorium, sanitarian, analis kesehatan, dan tenaga gizi. Nantinya mereka akan ditempatkan di rumah sakit penyangga Covid-19, yaitu di RS Undana, RSJ Naimata.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Domikinus Mere menjelaskan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di NTT cenderung meningkat setiap hari. Per 13 April, terdapat 852 ODP dan 18 PDP, serta satu orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

“Menggunakan teori probabilitas, kalau sudah satu orang (terkonfirmasi positif) itu dia akan meningkat secara eksponensial,” ujar Mere. Karena itu, dibutuhkan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai.

Menurutnya, melalui OJT tersebut para tenaga medis diberi pemahaman dan kapasitas sebagai provider dalam pelayanan kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19, baik yang berkriteria ODP, PDP, maupun pasien yang positif. Peserta OJT juga akan melihat langsung bagaimana penatalaksanaan penanganan Covid-19 di RS Prof Dr WZ Johannes.

 “Karena itu saudara-saudara, sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit penyangga, baik di Naimata, Undana, maupun Bhayangkara dan Wirasakti, kita harus siap siaga. Tidak boleh ada keraguan dalam pelayanan,” lanjutnya.

Mere juga menjelaskan bahwa dalam video conference Dinkes NTT dengan pihak rumah sakit di Wuhan, Cina, beberapa waktu lalu, diketahui bahwa sebagian besar tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 disebabkan karena salah dan tidak tertib dalam menggunakan alat pelindung diri (APD).

“Tidak gampang menangani pasien Covid-19. Kita harus punya pemahaman yang utuh. Termasuk disiplin dalam menggunakan alat pelindung diri. Karena itu pesan saya adalah ikuti kegiatan ini dengan baik dan fokus,” tambahnya.

Kepala Bidang Pelayanan Dinkes Provinsi NTT, Emma Simanjuntak, menjelaskan, OJT ini merupakan yang ketiga. Dua OJT sebelumnya diikuti oleh tenaga kesehatan dari semua kabupaten yang ada di NTT, baik pihak rumah sakit maupun Puskesmas. Diharapkan para tenaga medis yang sudah mengikuti pelatihan ini dapat menjalankan tugasnya secara baik. (ens)

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Pemerintah: Seluruh Dunia Sepakat Tinggal di Rumah