Kota Kupang, medikastar.id
Untuk mengefektifkan pencegahan penularan Covid-19, Pemerintah Provinsi NTT akan melakukan isolasi orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di dua rumah sakit penyangga Covid-19, yaitu RSJ Naimata dan Klinik Pratama Undana.
“Khusus di Kota Kupang, baik yang dari pesawat maupun dari kapal laut kita akan lakukan isolasi di klinik Pratama Undana. Yang menunjukkan gejala dan masuk kategori PDP kita akan masukkan di Rumah Sakit Jiwa Naimata,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Mere, Selasa (14/4/2020).
Kapasitas kedua rumah sakit penyangga tersebut terbilang mencukupi. RSJ Naimata bisa menampung sekitar 40 orang, sedangkan Klinik Pratama Undana dengan jumlah ruangan sekitar 80 bisa menampung lebih banyak orang.
Video: Tips Cegah Penyebaran Virus Corona
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=fNUOU3lRln4[/embedyt]Selain kesiapan infrastruktur rumah sakit, Pemprov NTT melalui Dinas Kesehatan juga sudah menyiapkan para tenaga kesehatan yang akan bertugas di rumah sakit penyangga tersebut.
Pada Selasa 14 April 2020, sebanyak 70 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga laboratorium, sanitarian, analis kesehatan, dan tenaga gizi mengikuti on the job training (OJT) tata laksana penanganan Covid-19 di RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang.
Selain diberi materi, mereka juga melihat langsung penatalaksanaan penanganan Covid-19 di RSUD Prof Dr WZ Johannes sebagai rumah sakit rujukan yang saat ini menampung satu pasien positif Covid-19.
Mere menjelaskan, penanganan pasien Covid-19 harus dilakukan secara hulu-hilir. Pencegahan dengan melakukan physical distancing (jaga jarak), pakai masker, dan cuci tangan pakai sabun serta treatment pengobatan pasien yang ODP dan PDP merupakan penanganan di bagian hulu.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan semua stakeholder untuk menjalankan upaya pencegahan ini secara tegas.
“Pemeriksaan di pintu-pintu masuk dilakukan dengan baik. Mereka yang pulang dari daerah-daerah terpapar dievaluasi betul-betul, kalau dia orang dalam pemantauan dikarantina dulu di tempat tempat karantina,” ujar Mere. (ens)
Baca juga: Antisipasi Eskalasi Covid-19, Dinkes NTT Adakan Pelatihan bagi Tenaga Kesehatan

