Kota Kupang, medikastar.id
“Ini merupakan wisuda yang pertama bagi saya sebagai seorang ketua jurusan. Kesan saya, saya merasa sangat puas dan senang,” ucap Dr. Mareta Bakale Bakoil, SST.MPH, Ketua Jurusan (Kajur) Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang usai Acara Wisuda dan Angkat Sumpah Ahli Madya Kesehatan Poltekkes Kemenkes Kupang, Selasa (18/09/18).
Dalam acara yang digelar di Milenium Ballroom Kupang tersebut, 115 orang bidan lulusan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang jalur regular diwisuda. 3 orang di antara para bidan yang diwisuda tersebut menyabet predikat lulus dengan pujian. Ketiganya antara lain Magdalena Leli, Josefina Baria, dan Ulivia Kurnianing Diaz.
Kepada anak didiknya yang baru diwisuda, Mareta berpesan bahwa ada banyak kesempatan dan peluang kerja yang dapat diambil oleh para lulusan tersebut. Misalnya seperti mengikuti program nusantara sehat, menjadi tenaga kontrak daerah, dan sebagainya. Selain itu, ia juga menganjurkan agar para lulusan tersebut dapat terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang pendidikan profesi.
“Semoga tahun depan sudah ada pendidikan profesi di kampus kita, sehingga mereka yang sudah selesai bisa melanjutkan pendidikannya,” tuturnya.
Ketika disinggung mengenai peran bidan terutama terkait permasalahan mengenai tingginya angka kematian ibu dan bayi serta angka gizi buruk, Mareta menjelaskan bahwa persoalan tersebut sebenarnya bukan hanya tugas para tenaga kesehatan. Banyak pihak yang harus terlibat mengatasi persoalan ini.
“Tetapi memang bidan merupakan garda terdepan. Ketika dirinya berada di tengah masyarakat, ia dianggap paling tahu soal-soal itu,” lanjutnya.
Untuk itu, Mareta berpesan agar para lulusan tersebut nantinya dapat bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab, serta sesuai dengan wewenang.
“Saat memberikan pelayanan, harus sesuai dengan standar atau SOP. Jika sudah lewat dari itu maka segera lakukan asuhan kolaborasi dengan dokter atau dengan tenaga kesehatan lainnya,” pesannya.
“Jika mereka sudah bekerja, maka yang paling utama ialah memberikan pelayanan asuhan kebidanan mulai dari masa remaja, sebelum seorang ibu itu hamil,” sambungnya.
Sementara terkait kematian ibu, Mareta menuturkan bahwa hal tersebut terjadi dalam masa kehamilan, persalinan dan setelah bersalin. Sehingga hal yang perlu diberikan ialah asuhan yang komprehensif dan yang berkualitas. Dengan begitu, risiko terjadinya kematian ibu atau bayi bisa terdeteksi sejak dini, sehingga bisa diantisipasi untuk dilakukan tindakan pencegahan.
Pantauan media ini, para bidan lulusan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang nampak sangat bahagia. Mereka nampak menyalami satu per satu para dosen yang telah membimbing mereka selama masa kuliah. (red)
Baca Juga : Wisuda dan Angkat Sumpah 1197 Ahli Madya Kesehatan, Ini Pesan Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang

