medikastar.id
Masyarakat sering menerapkan aturan tertentu pada ibu yang tengah mengandung. Salah satu di antaranya ialah mengenai makanan yang harus dikonsumsi oleh ibu hamil. Dalam hal ini, ada mitos tertentu yang mengaitkan antara makanan yang dikonsumsi dengan kondisi bayi yang akan dilahirkan. Tidak heran, pada masa kehamilan, ibu hamil sering dilarang untuk mengkonsumsi makanan tertentu.
Dr. dr. Simplicia Maria Anggrahini, SpPA berbicara mengenai beberapa mitos terkait pantang makanan pada masa kehamilan. Pantang makanan tertentu, menurutnya, lebih berhubungan dengan ketakutan akan tampilan fisik anak yang tengah dikandung.
Pantang makanan yang sering ditemukan di masyarakat pada masa kehamilan misalnya pantang mengkonsumsi cumi-cumi. Pantang makan cumi-cumi disebabkan adanya kekhawatiran bahwa jari-jari anak akan lebih dari 5. Ada juga yang pantang mengkonsumsi pisang berdempet. Ini disebabkan adanya kekhawatir bahwa anak yang lahir akan kembar siam.
Menurut dr. Simplicia, pantang yang tidak baik ialah pantang makanan yang mengadung karbohidrat dan protein.
Dirinya menjelaskan bahwa memang pantang makanan berkaitan dengan budaya masyarakat. Namun, pada dasarnya budaya atau tradisi tidak selamanya negatif. Budaya ini dapat digolongkan dalam tiga kategori, yakni kategori yang baik, yang kurang baik, dan ada juga netral.
“Misalnya ada kebiasaan yang melarang ibu hamil agar tidak boleh mengkonsumsi nenas. Sebenarnya ini yang masuk dalam kategori netral. Dimakan atau tidak, nenas tidak berpengaruh terhadap janin,” jelasnya.
“Lain halnya dengan kebiasaan yang melarang ibu hamil agar tidak boleh mengkonsumsi telur atau ibu hamil harus mengurangi konsumsi nasi. Contoh ini termasuk dalam kategori negatif, sebab sebenarnya telur atau pun nasi sangat bermanfaat untuk janin,” tambahnya. (*)
Baca Juga: Kiat Menurunkan Kolesterol

