Cegah Kematian Ibu dan Bayi, Puskesmas Borong Terus Tingkatkan Pelayanan

Borong, Medika Star.com

Kematian ibu dan bayi merupakan salah satu masalah besar kesehatan di Indonesia. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, termasuk meningkatkan anggaran, penurunan angka kematian ibu dan bayi masih sangat sulit tercapai. Oleh karenanya, upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi masih menjadi prioritas utama.

Kepala Puskesmas Borong, Yosefina Nirma, Kepada Medika Star, Rabu (11/07/18) menjelaskan upaya pencegahan kematian ibu dan bayi saat ini terus dilakukan pihaknya.

Salah satu program yang mereka laksanakan saat ini adalah peningkatan persalinan di fasilitas kesehatan.

Semua penanggungjawab, lanjut Yosefina, baik  desa maupun kelurahan, semestinya harus membawa ibu-ibu hamil untuk melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, baik itu Pustu, Puskesdes, maupun Puskesmas.

Dirinya menjelaskan bahwa saat ini, para ibu hamil di wilayah kecamatan Borong diwajibkan untuk melakukan persalinan di fasilitas kesehatan. Di wilayah kecamatan tersebut terdapat tiga kelurahan, antara lain, kelurahan Rana Loba, Kelurahan Satar Peot, dan Kelurahan Kota Ndora.

“Untuk peningkatan hal ini,  penanggung jawab desa atau pun kelurahan maupun posyandu semestinya menjaring ibu-ibu hamil yang akan melahirkan. Misalnya, kurang dari tiga atau empat hari sebelum waktu melahirkan, para petugas tersebut wajib melakukan kunjungan rumah,” tutur Yosefina.

Pihak-pihak ini, lanjutnya, harus mengecek semua ibu hamil yang mendekati hari persalinan. Tujuannya ialah untuk mencari tahu jangan sampai mereka melahirkan di  rumah dengan bantuan dukun beranak.

“Puji syukur, selama ini, kurang lebih tiga bulan, ibu-ibu hamil di tiga kelurahan ini tidak ada yang melahirkan di rumah,” ungkapnya.

Untuk ibu hamil yang jauh dari Puskesmas Borong dan tidak memiliki keluarga di sekitar Puskesmas Borong, pihaknya  sudah menyediakan rumah tunggu kelahiran. Sehingga keluarga tidak mengalami hambatan saat hari persalinan.

“Intinya bahwa Puskesmas Borong tetap memberikan pelayanan yang baik. Kalaupun ada yang terpaksa melahirkan di rumah, kami langsung menyampaikan kepada pimpinan tertinggi kelurahan maupun desa. Para lurah atau kepala desa yang nanti memberikan penegasan kembali kepada warga,” jelasnya.

“Sejauh ini, kami dari Puskesmas Borong, baik dari tahun 2017 hingga 2018, tidak ada masalah kematian ibu dan anak,” ungkapnya. (Mull)

Baca Juga : Ancam Keselamatan Jiwa, Lampu Lalu Lintas di Kota Borong Butuh Perbaikan