Kota Kupang, medikastar.id
Kepala Seksi Pencegahan Badan Narkotika Nasional Provinsi NTT (BNNP NTT), Markus Raga Djara SH,.MHum mengapresiasi Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT yang sangat peduli terhadap bahaya narkoba. Selain Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, dirinya juga mengapresiasi Dinas PUPR NTT dan juga Satpol PP NTT. Menurutnya, ketiga OPD ini layak menjadi contoh bagi OPD lainnya di NTT dalam kaitannya dengan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah NTT.
“Bagi BNNP NTT, Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT yang dipimpin Pak Linus Lusi merupakan lembaga yang sangat peduli terhadap narkoba. Setiap tahun pihaknya secara rutin mengundang BNNP NTT untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya narkoba. Selain itu, setiap tahun pihaknya juga melakukan tes urine untuk seluruh pegawai Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT,” ungkap Markus, Kamis (23/01/20).
Menurutnya, apa yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT merupakan sebuah hal yang sangat positif dan menjadi salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga tersebut.
“Pihaknya tidak melihat tes urine sebagai sebuah hal yang menakutkan tetapi melihatnya sebagai sebuah hal yang penting untuk dilaksanakan,” lanjut Markus.
Markus juga menambahkan bahwa demi mempererat sinergitas antara BNNP NTT dengan Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, Kepala BNNP NTT, Brigjend Pol Teguh Iman Wahyudi, SH., MM., telah berkunjungan kerja ke kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, Rabu (22/01/20). Dalam kunjungan tersebut Teguh diterima secara langsung oleh Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, Linus Lusi dan setelahnya dilakukan dialog bersama dengan seluruh staf Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT.
“Dalam diskusi bersama kemarin, kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT bahkan mengharapkan agar dalam setiap Rakor yang diselengarakan oleh pihaknya, BNNP NTT dapat hadir dan memberikan sosialisasi dan bahkan melakukan tes urine untuk seluruh stake holders yang hadir,” tutur Markus.
“Ini harusnya menjadi contoh bagi instansi lain di NTT,” sambungnya.
Perkuat Perbatasan Indonesia-Timor Leste
Markus menjelaskan bahwa akhir-akhir ini peredaran gelap narkoba marak terjadi di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste, sehingga wilayah perbatasan ini harus diperkuat.
“Kita berharap BNNP NTT dapat terus bersinergi dengan Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT demi mencegah peredaran narkoba di wilayah perbatasan. Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT juga telah memberikan informasi bahwa ternyata ada banyak jalan tikus yang tidak diketahui oleh aparat. Untuk itu kita perlu bersinergi bersama, karena tidak menutup kemungkinan dari jalur-jalur tikus tersbut bisa terungkap peredaran gelap narkoba,” jelasnya.
Dikatakan olehnya, dalam hal pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, BNNP NTT tidak dapat bekerja sendiri. BNNP NTT butuh bantuan dan juga sinergitas dari berbagai pihak.
Ke depan, selain dengan Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, pihaknya juga terus membangun kemitraan dengan berbagai instansi, termasuk dengan DPRD Provinsi NTT.
“Sehingga kita harapkan agar pada saat para wakil rakyat ini melakukan reses, sosialisasi mengenai narkoba juga bisa diberikan kepada masyarakat pada saat tersebut,” katanya.
Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya bersyukur sebab berdasarkan data terakhir, provinsi NTT masuk dalam urutan terbawah penyalahgunaan narkoba di Indonesia.
“Kita turun dari peringkat 20an menjadi peringkat terbawah penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Ini membuktikan bahwa hasil sosialisasi dan kerja sama BNNP NTT dengan media untuk kampanye berjalan dengan baik. Kita harapkan agar tahun ini prestasi kita di urutan terendah penyalahgunaan narkoba ini tetap kita pertahankan,” tutupnya. (*/red)
Baca Juga: Berantas Peredaran Narkoba di Perbatasan, BNNP NTT Gandeng Badan Pengelola Perbatasan

