Kota Kupang, medikastar.id
Hasil analisis menunjukkan bahwa sekitar 5-7 persen pasien Covid-19 membutuhkan penanganan di ICU. Pasien-pasien tersebut umumnya mengalami kondisi gagal nafas yang ditandai sesak nafas berat, foto dada yang mendukung, flek di paru serta kecukupan oksigen di bawah 94 persen.
Hal itu disampaikan dr. Olive Des Vinca Albahan Napitulu, utusan Satgas Nasional Covid-19 untuk Provinsi NTT, Senin (15/2/2021) ketika ditemui di ruang rapat Biro Administrasi Pimpinan usai melapor diri kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.
Menurut Olive, gagal napas yang sedang dan berat harus diobservasi ketat, terutama bila kadar oksigennya di bawah 94 persen. “Normalnya adalah 96 sampai 100 persen, 95 sampai 96 persen masih moderat. Apalagi kalau disertai dengan komorbid atau penyakit penyerta,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dokter Spesialis Anestesi sub Spesialis Konsultan ICU, ada faktor lain yang menyebabkan gagal napas. Misalnya pompa jantung yang rendah, kondisi paru yang terkena radang dan juga kekentalan darah.
“Bisa saja orang yang napasnya bagus dan tidak ada flek namun mengalami gagal napas karena adanya kekentalan darah. Kita di NTT masih kurang alat untuk ukur kekentalan darah ini. Saya sudah laporkan hal ini juga kepada Bapak Gubernur,” jelas Olive.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, ventilator atau alat bantu pernafasan diberikan kepada pasien yang sudah mengalami perburukan dan mengarah ke gangguan kesadaran. Sementara pasien yang belum sampai ke gejala itu bisa diberikan oksigen dalam dosis tinggi atau diberi oksigen secara tidak langsung.
“Sementara kalau flegnya masih ringan, tekanan darah masih stabil, panas tidak terlalu tinggi, dimasukan ke ruangan High Care Unit (HCR),” ungkap Olive.
Ia juga meminta pasien isolasi mandiri yang mempunyai penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, gula, dan asma untuk rutin mengonsumsi obat dan menjalani pola hidup sehat.
“Kalau punya gejala hipertensi harus rutin minum obat hipertensi walaupun tensi kita normal. Begitupun yang punya riwayat gula dan asma, harus selalu sediakan obat asma dan gula di rumah. Kita harus kenali komorobid kita,” pesan Olive.
Ia menganjurkan untuk rutin mengonsumsi sayur dan buah karena sayur dan buah mengandung unsur vitamin C atau Zinc yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, tetap rileks, berpikir positif, dan melakukan hobi yang merangsang vitalitas.
“Namun tetap perhatikan waktu istirahat, karena saat tidur aliran oksigen akan lancar. Dan jangan lupa olahraga ringan, jogging supaya peredaran darah tetap lancar,” pesan Olive.
Tak lupa ia mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Cuci tangan sesering mungkin, memakai masker, dan menjaga jarak fisik satu sama lain. (*)
Baca juga: Utusan Satgas Covid-19 Pusat Siap Bantu Nakes di NTT

