dr. Agus Taolin Minta Guru Penggerak Jadi Motor Perkembangan Pendidikan Anak Di Belu

medikastar.id

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM membuka secara langsung kegiatan Lokakarya 7 dengan tema “Panen Hasil Belajar” program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di aula gedung Wanita Betelalenok, Sabtu (2/12/23) tersebut, dr. Agus Taolin didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Drs. Anton Suri.

dr. Agus Taolin dalam sambutannya pada kesempatan tersebut meminta guru penggerak untuk menjadi motor penggerak bagi perkembangan pendidikan anak-anak sekolah di kabupaten Belu. Selain itu, Ia juga berharap agar para kepala sekolah SD dan SMP di kabupaten Belu tidak hanya memperhatikan kuantitas, tetapi yang paling utama ialah kualitas.

“Saya harapkan semoga dari 158 Sekolah Dasar dan 27 Sekolah Menengah Pertama di kabupaten Belu ini kepala sekolahnya tidak berorientasi pada kuantitas, tetapi pada kualitas. Percuma jika kita punya banyak, kuantitas, tetapi tidak punya kualitas,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa perlu adanya perbandingan pendidikan dahulu dengan sekarang. Hal tersebut bukan untuk mencari kekurangan tetapi untuk memperbaiki yang masih kurang.

Terkait lokakarya yang digelar, dr. Agus Taolin memaparkan bahwa lokakarya memiliki kaitan dengan proses pembekalan terhadap diri seseorang untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah.

“Lokakarya artinya berkumpulnya beberapa orang yang punya kemampuan atau yang akan dibekali kemampuan untuk memberikan solusi terhadap suatu masalah, terlebih solusi terhadap masalah di dunia Pendidikan,” ungkap dr. Agus.

Selanjutnya Ia mengatakan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membicarakan pendidikan bukan hanya dari sisi guru saja tetapi juga dari sisi program, fasilitas pendidikan dan lain-lain.

“Tanggung jawab pendidikan ini perlu pendekatan pribadi atau perorangan. Kita harus (punya-red) pendekatan konsep supaya bisa menuntaskan berbagai permasalahan yang ada. Dan guru penggerak  harus membawa program unggulan bagi anak-anak sekolah,” kata dr. Agus. (*)