Gejala Rabies pada Manusia yang Wajib Anda Tahu untuk Cegah Kematian

seorang wanita yang sedang menunjukkan gejala terinfeksi rabies

medikastar.id

Gejala rabies biasanya tidak akan langsung muncul begitu pasien tergigit hewan yang terinfeksi. Hal inilah yang membuat kebanyakan orang yang tidak mewaspadai bahaya penyakit ini. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengetahui gejala penyakit ini sehingga bisa menghindari akibat fatal yang ditimbulkannya.

Secara umum, gejala rabies pada manusia dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap prodromal dan tahap neurologis.

Tahap prodromal adalah tahap awal yang biasanya berlangsung selama 2-10 hari setelah terpapar virus. Pada tahap ini, rabies belum menunjukkan gangguan pada sistem saraf. Gejala yang menyerupai flu terkadang sering disalahartikan sehingga terlambat ditangani.Gejala yang muncul pada tahap ini antara lain:

  • demam mencapai 38℃ atau lebih,
  • rasa tidak enak badan,
  • sakit kepala,
  • sakit tenggorokan,
  • batuk,
  • mual dan muntah,
  • kehilangan nafsu makan,
  • kecemasan,
  • gatal, nyeri, dan sensasi terbakar pada bekas gigitan, dan 
  • kesemutan atau mati rasa pada bekas gigitan.

Seiring dengan berjalannya waktu, infeksi akan makin berkembang sehingga muncul gejala lanjutan yang lebih parah yang disebut tahap neurologis. Tahap lanjutan ini biasanya berlangsung selama 2-7 hari setelah gejala prodromal muncul. Gejala yang muncul pada tahap ini antara lain:

  • kebingungan, resah, dan gelisah,
  • sikap agresif dan hiperaktif,
  • kejang dan kelumpuhan otot,
  • pernapasan yang menjadi lebih cepat,
  • kesulitan bernapas,
  • keluarnya lebih banyak air liur,
  • rasa takut dengan air (hydrophobia) dan cahaya (photophobia),
  • kesulitan menelan,
  • halusinasi,
  • mimpi buruk atau insomnia, dan
  • ereksi berkepanjangan pada pria (priapismus).

Pada beberapa kasus, gejala lanjutan penyakit infeksi ini bisa berkembang secara perlahan sampai akhirnya menyebabkan kelumpuhan, koma dan kematian.

Oleh karena itu jika terpapar virus rabies, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Pengobatan rabies tergantung cara penularan virusnya. Pada kasus gigitan yang menimbulkan luka, dokter akan melakukan prosedur post-exposure prophylaxis (PEP).

PEP terdiri dari pengobatan luka, penyuntikan vaksin rabies, atau pemberian globulin imun untuk mencegah penyebaran infeksi ke otak.

Gejala rabies pada manusia berkembang secara bertahap. Apabila gejala telah menunjukkan gangguan neurologis, penyakit infeksi ini bisa berakibat fatal.

Namun, bahaya rabies ini bisa dicegah dengan pengobatan yang dilakukan sesegera mungkin. Karena itu, tetap waspada, lakukan pencegahan sedini mungkin, dan segera mendapatkan pertolongan medis jika anda terpapar virus ini. (*/hellosehat/cdc)

Baca juga: Catat! Ini Tanda-tanda Rabies pada Anjing