medikastar.id
Kasus rabies kembali marak di NTT. Per Juni 2023, terdapat 5.940 kasus rabies yang terdeteksi. Kasus terbanyak terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan total 635 kasus dan enam nyawa melayang.
Rabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf pusat pada manusia dan hewan berdarah panas, termasuk anjing. Penyakit ini bisa ditularkan melalui gigitan, cakaran, atau air liur hewan yang terinfeksi rabies.
Rabies sangat berbahaya karena belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda rabies pada anjing agar bisa mencegah penularan ke manusia dan hewan lain.
Tanda-tanda rabies pada anjing bisa muncul sekitar 3-8 minggu setelah terinfeksi virus rabies. Tanda-tanda ini antara lain:
- Perubahan perilaku, seperti gelisah, ketakutan, atau agresif. Anjing yang terkena rabies bisa menjadi lebih galak dan menyerang orang atau hewan lain tanpa alasan. Anjing yang biasanya patuh juga bisa menjadi lebih liar.
- Demam, yang menunjukkan bahwa tubuh anjing sedang melawan infeksi virus rabies.
- Air liur berlebih, yang disebabkan oleh kelumpuhan pada rahang dan tenggorokan anjing. Air liur ini bisa membuat mulut atau bibir anjing berbusa.
- Susah makan dan minum, karena kesulitan menelan akibat kelumpuhan otot. Anjing juga bisa menjadi lebih sering muntah.
- Kelemahan, kejang, atau kematian mendadak, yang terjadi karena kerusakan otak dan sistem saraf akibat virus rabies.
- Namun, gejala anjing rabies tak selalu menunjukkan keaktifan. Ada beberapa anjing rabies yang justru terlihat diam dan tenang, tapi akan ganas bila didekati.
Jika melihat tanda-tanda rabies pada anjing, sebaiknya segera bawa anjing tersebut ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan. Selain itu, hindari kontak langsung dengan air liur atau darah anjing yang terinfeksi rabies. Jika terkena gigitan atau cakaran anjing yang diduga rabies, segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, lalu periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan vaksin anti rabies.
Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang, NTT, Maxs U.E Sanam menilai, kurangnya kesadaran masyarakat dan disiplin membuat angka kasus rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Pulau Timor meningkat.
“Masalahnya ada pada disiplin serta kesadaran masyarakat untuk mengikat dan mengandangkan hewan pembawa rabies salah satunya adalah anjing,” kata Profesor Maxs seperti dilansir Antara.
Maxs menambahkan, disiplin dan taat aturan adalah kunci dari mencegah semakin bertambahnya kasus rabies di Timor Tengah Selatan yang kini sudah mencapai perbatasan antara Kabupaten Kupang dan Kabupaten TTS. Rabies adalah penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi dan pengawasan.
Dengan mengenali tanda-tanda rabies pada anjing dan melakukan pencegahan yang tepat, kita bisa melindungi diri kita dan hewan kesayangan kita dari bahaya penyakit ini. (*)
Baca juga: Ternyata Ini Asal-Usul Istilah Bhayangkara!

