Mataram, medikastar.id
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melakukan berbagai upaya cepat tanggap terhadap bencana gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selain beberapa bantuan lainnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menuturkan bahwa pihaknya juga tengah merencanakan rapat sinkronisasi dengan semua organisasi mitra Dinas PPPA Provinsi NTB. Tujuannya untuk menyiapkan relawan perlindungan perempuan dan anak di pengungsian, serta upaya pencegahan terjadinya Kekerasan Berbasis Gender (KDRT dan TPPO).
Dalam situasi bencana, perempuan dan kelompok rentan lain rawan mengalami kekerasan dan pelecehan. Begitu juga ketika berada di pengungsian, sarana dan prasarana yang ada justru memiliki potensi terjadinya kekerasan dan pelecehan.
“Sebab Kekerasan Berbasis Gender di dalam kondisi pasca bencana juga sangat rentan terjadi. Dalam kondisi bencana seperti sekarang ini, kita harus tetap memperhatikan hak-hak anak. Sebab, resiko terjadinya kekerasan, penelantaran, perdagangan orang dan sebagainya rentan terjadi di pengungsian,” sambung Yohana.
“Karena fokus kebanyakan pihak adalah hanya memikirkan pemberian bantuan. Sedangkan, pengawasan kita akan bagaimana perempuan dan anak terhindar dari kekerasan berbasis gender (KBG) kurang, sehingga hal ini harus menjadi perhatian kita,” jelas Yohana.
Ia juga mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang rawan bencana sehingga ke depannya, perlu banyak sosialisasi, advokasi ke stake holder lain. Hal ini juga diharapkan dapat mengunggah kesadaran, meningkatkan kewaspadaan, dan kesiapsiagaan.
“Saat ini kami tengah menyusun Peraturan Menteri PPPA tentang perlindungan perempuan dari kekerasan berbasis gender di pengungsian agar ada standar bagi evakuasi atau penanganan bencana yang responsif gender,” tutup Yohana.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hingga saat ini, bersama dengan Dinas PPPA Provinsi NTB, KemenPPPA telah memberikan bantuan di 3 desa dan 6 dusun. Bantuan trauma healing dan kesehatan sejauh ini diberikan kurang lebih 21 jenis bantuan dengan masing-masing item 200-400 buah bantuan akan terus ditambah dan didistribusikan. (*)
Baca Juga : Upaya Cepat Tanggap KemenPPPA Terhadap Korban Gempa di NTB

