Hal-hal yang Akan dan Tidak Akan Berubah dari Hadirnya Vaksin Covid-19

medikastar.id

Pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung membuat kehidupan banyak orang telah berubah. Ada yang mendapatkan dampak positif, tapi ada pula yang mengalami efek negatifnya. Lebih lanjut, vaksin Covid-19 yang telah hadir menjadi harapan bagi banyak orang demi membuat kehidupan menjadi kembali normal.

Lantas, apa saja hal-hal yang akan berubah dan tidak berubah dari hadirnya vaksin Covid-19. Melansir dari Healthline, berikut adalah beberapa di antaranya.

Tak Ada Perubahan Besar Dalam Waktu Dekat

Timothy Brewer, seorang profesor kedokteran dan epidemiologi dari UCLA mengatakan bahwa tidak akan ada perubahan langsung bagi masyarakat dalam waktu dekat ini. Ia menilai bahwa kondisi saat ini tidak akan bisa kembali ke situasi normal seperti sedia kala sebelum adanya Covid-19. Perubahan yang terjadi sangat berhubungan dengan jumlah kecukupan vaksin dan banyaknya orang yang menerimanya.

“Mengingat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menangani mereka yang paling membutuhkan, kami tidak akan melihat perubahan nyata dalam waktu dekat, hanya karena tidak ada cukup vaksin untuk memberikan dampak yang berarti dengan segera,” kata Brewer.

Selain berkitan dengan proses distribusi vaksin yang dilakukan secepat dan sebanyak mungkin bagi masyarakat, hal lain yang diperhitungkan adalah tekanan yang dialami oleh sistem perawatan. Dengan kata lain, jumlah kasus Covid-19 masih terus mengalami peningkatan dapat memberatkan sistem perawatan kesehatan di setiap daerah.

Tak Ada Lagi Kehidupan Normal yang Lama

Apakah vaksin dapat menghilangkan Covid-19 dan mencegah penyebarannya? Vaksin yang hadir sudah tentu bisa melindungi masyarakat yang telah divaksinasi. Namun, belum tentu hal tersebut bisa mencegah seseorang yang belum divaksinasi untuk tertular dan menyebarkannya kepada yang lain.

Covid-19 masih akan terus ada dan bisa saja mengancam orang-orang yang tidak menjaga kesehatan, serta menerapkan upaya pencegahannya. Artinya, protokol kesehatan yang selama ini dijalankan mesti terus dilakukan dengan taat dan disiplin. Masyarakat telah mengenalnya dengan sebutan new normal atau adaptasi kebiasaan baru.

“Dua tahun lalu, jika kita masuk ke bank dengan masker, petugas keamanan akan menodongkan senjata kepadamu. Sekarang saya curiga bahwa orang-orang akan mengenakan masker di masa depan, selama musim dingin atau bahkan ketika tidak berada dalam pandemi. Akan ada lebih banyak pemakaian masker dari pada masa lalu,” jelas Brewer.

Perkiraan ke Depan

Para ahli pun masih bertanya-tanya tentang berapa lama vaksin Covid-19 akan efektif. Pada vaksin campak, ketika seseorang telah divaksin sekali, ia akan mendapatkan kekebalan seumur hidup. Akan tetapi, jika seseorang mendapatkan vaksin sekali dalam penanganan virus Corona, kekebalan tersebut pada akhirnya bisa hilang.

Hal itu terjadi seperti ketika orang-orang menghadapi flu. Para ahli bahkan membayangkan bahwa kemungkinan orang-orang akan mendapatkan vaksin secara berulang untuk Covid-19. Karena itu, perlu adanya kesabaran dalam melalui krisis kesahatan yang sedang berlangsung.

“Perlu berbulan-bulan sebelum ketersediaan vaksin ini tersebar luas untuk sebagian populasi besar,” imbuh Brewer.

Hal tersebut dikatakannya untuk mencegah asumsi orang-orang yang bahwa kehadiran vaksin membuat mereka tidak perlu mengenakan masker lagi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendistribusian dan penggunaan vaksin membutuhkan waktu. Karena itu, protokol kesehatan perlu terus dilakukan. (har/healthline)

Mari Tetap Patuhi Protokol Kesehatan