Lima Langkah Pemulihan Diri dari Rasa Kehilangan Orang Terkasih yang Meninggal

medikastar.id

Selama masa pandemi berlangsung, telah banyak korban yang berjatuhan akibat tertular penyakit Covid-19. Hal tersebut tentunya menyisahkan duka yang mendalam bagi para keluarga. Duka akibat kehilangan orang terkasih tentu dapat meninggalkan luka di hati. Kendati demikian, semua orang pasti mengharapkan agar kehidupannya bisa terus dilanjutkan.

Untuk melanjutkan kehidupan, orang yang ditinggalkan memerlukan pemulihan diri. Tak ada metode yang pasti dalam melakukannya. Masing-masing orang mempunyai waktu dan cara tersendiri dalam memulihkan diri. Akan tetapi, untuk mendukungnya, berikut ini merupakan lima langkah pemulihan diri dari rasa kehilangan orang terkasih, dikutip dari Medium.

Menerima Rasa Sakit

Banyak orang menjadi sulit untuk sembuh dari rasa sakit dan putus asa karena adanya penyangkalan akan keadaan. Dengan kata lain, mereka belum mau menerima kenyataan dan rasa sakit yang dialami. Karena itu, akuilah rasa sakit dan biarkanlah hal itu terjadi.

Rasa sakit yang dirasakan bisa diproses oleh yang bersangkutan sehingga kesedihan yang dialami lebih cepat berlalu. Sebaliknya, mengatasi rasa sakit dengan cara meminum alkohol atau obat-obatan akan terasa lebih sia-sia. Alasannya karena saat efek dari benda-benda tersebut hilang, rasa sakit akan kembali terasa.

Belajar Menyayangi Diri

Menyayangi diri sendiri merupakan hal yang sangat penting diterapkan saat duka mendera. Rasa cinta yang dirasakan akan membuat pemulihan diri menjadi lebih cepat terjadi. Dengan menyayangi diri, orang yang merasa kehilangan dapat membuka hatinya demi memperoleh dukungan orang lain pula.

Rasa ketidakcintaan pada diri akan membuat kepahitan dan kemarahan yang berada di hati menjadi sulit dilepaskan. Sebaliknya, saat bersabar dengan diri sendiri, pengontrolan diri bisa dilakukan dengan lebih baik. Selanjutnya, temukanlah hal-hal yang paling bermakna dalam hidup. Dengan begitu, alasan dan tujuan untuk melanjutkan hidup bisa terlihat lebih jelas.

Mengikhlaskan Bukan Berarti Melupakan

Penerimaan terhadap kehilangan merupakan kunci untuk sembuh dari rasa sakit. Tetapi akan selalu ada momen yang mengingatkan pada mereka yang telah lebih dahulu meninggal. Contohnya seperti ulang tahun, pencapaian, serta momen lainnya.

Ingatlah, ingatan terhadap hilangnya seseorang yang terkasih tak akan mungkin dilupakan. Ada waktu di kala ingatan tersebut menimbulkan rasa sakit. Ada pula waktu saat kenangan yang ada diingat secara manis. Dengan mengontrol emosi serta mental, keduanya akan membawa dampak positif bagi kehidupan.

Beristirahat dengan Baik

Memiliki waktu istirahat yang cukup dan berkualitas sangat dianjurkan demi pemulihan diri secara baik. Alasannya karena tidur memiliki kaitan yang sangat erat dengan kondisi kesehatan mental seseorang.

Kurangnya waktu istirahat akan mengganggu kemampuan penilaian, suasana hati, serta mental. Lebih lanjut, hal tersebut juga dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit seperti obesitas, jantung, serta diabetes.

Lakukan Hal yang Mendatangkan Sukacita

Setiap orang memiliki hal-hal yang dapat membuatnya merasa bahagia. Jika kegiatan tersebut sudah jarang dilakukan, cobalah sediakan waktu demi aktivitas tersebut. Dengan melakukannya rasa sakit perlahan akan terobati dan berganti dengan sukacita. Hal tersebut juga menjadi bentuk quality time dan penghargaan terhadap diri sendiri.

Salah satu contoh kegiatan atau aktivitas yang mendatangkan kebahagiaan adalah hal-hal yang sering dilakukan saat berusia anak-anak. Biasanya, hal tersebut bisa membuat anda merasa nyaman dan tertawa meski hanya berhubungan dengan sesuatu yang sederhana. Ingatlah, setiap hari adalah hadiah dan perspektif adalah hal terpenting. (har/medium)

Baca juga: Mengapa Orang Bunuh Diri?

Terima Kasih, Pahlawan!