HAN 2018, Dinkes Provinsi NTT Gelar Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak

Kota Kupang, medikastar.id

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018, Senin (23/07/18) dengan tema, “Anak Indonesia, Anak GENIUS (Gesit-Empati-Berani-Unggul-Sehat)” berlangsung semarak di berbagai daerah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT pun turut ambil bagian dalam HAN 2018 tersebut. Berlangsung di halaman kantor Dinkes Provinsi NTT, dalam peringatan HAN 2018 ini dilaksanakan kegiatan pemeriksaan tumbuh kembang dengan kegiatan stimulasi, deteksi, intervensi dini tumbuh kembang anak. Kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 50 anak, usia 0 hingga 6 tahun yang didampingi oleh orang tuanya masing-masing.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus M. Mere, M.Kes beserta seluruh staf Dinkes Provinsi NTT. Hadir pula Dr. Simplicia Maria Anggrahini, dr., SpA, IBCLC dan Dr. Ina Debora Ratu Ludji, SPK, M.Kes.

drg. Dominikus kepada awak media menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2018 tingkat provinsi NTT.

“Saya harapkan agar momentum ini bisa menjadi wahana untuk kita bisa mensosialisasikan dan memberikan contoh langsung kepada orang tua tentang pentingnya pemeriksaan tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Masalah tumbuh kembang anak, lanjut drg. Dominikus, khususnya stunting merupakan salah satu permasalah di NTT saat ini. Banyak anak NTT yang mengalami stunting. Bahkan, dari seluruh provinsi di Indonesia, NTT menempati peringkat paling atas.

“Ini pekerjaan rumah besar untuk kita kerjakan bersama,” tegas drg. Dominikus.

Terkait permasalahan tersebut, ia mengungkapkan bahwa harus ada pemeriksaan langsung untuk anak-anak, seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan perbandingan antara berat badan, tinggi badan dan usia anak secara berkala. Sehingga, dapat dilihat seperti apa pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut dari waktu ke waktu.

Dijelaskan bahwa persoalan stunting memacu pihaknya untuk segera bertindak secara komprehensif. Masalah stunting, lanjutnya, juga berkaitan dengan persoalan ketahanan pangan. Sehingga perlu ada koordinasi dengan dinas ketahanan pangan dan pertanian.

“Sementara untuk masalah yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak dari aspek kesehatan, itu merupakan urusan yang harus dilakukan oleh orang kesehatan. Termasuk kita harus pastikan bahwa ibu hamil sudah mendapatkan tablet FE. Juga pastikan bahwa mereka cukup pangan dan perkembangan anak dimonitor. Posyandu perlu direvitalisasi, dan kader-kader posyandu harus dibangkitkan kembali semangatnya,” jelas drg. Dominikus.

“Hal-hal yang baik ini memang harus dilakukan bersama-sama. Tidak saja oleh petugas kesehatan tetapi juga oleh pihak yang lain. Kalau kita gerakan bersama mulai dari pemerintah daerah, provinsi, para pemerhati kesehatan, ini pasti bisa berjalan dengan baik,” sambungnya.

Sementara itu, Dr. Simplicia menjelaskan bahwa salah satu jenis kegiatan yang dilakukan dalam rangka peringatan HAN 2018 ialah stimulasi dan skrining tumbuh kembang anak. Terkait kegiatan tersebut, telah ada panduan dari Kemenkes mengenai apa yang bisa dikerjakan di Dinas Kesehatan.

Dikatakan olehnya bahwa pada kesempatan tersebut dilakukan pengukuran Antropometri untuk menilai pertumbuhan dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk menilai perkembangan anak. Juga dilaksanakan penilaian perilakuan dan skrining gangguan mental emosional serta penilaian kualitas hidup anak.

“Kegiatan hari ini kiranya memacu kegiatan yang sama di tempat-tempat lain. Karena kegiatan skrining dan stimulasi ini seyogianya dilakukan setiap bulan, bisa di posyandu atau di puskesmas atau di rumah sakit yang memiliki poli tumbuh kembang,” tutur Dr. Simplicia yang saat ini tengah mengikuti pendidikan untuk menjadi Konsultan Tumbuh Kembang Anak-Pediatri Sosial di FK Unair/RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Pantauan media ini, anak-anak yang hadir nampak mengikuti berbagai kegiatan yang ada dengan penuh semangat. Dikemas dalam suasana bermain, anak-anak menjadi sangat bersemangat mengikuti stimulasi dan skrining tumbuh kembang tersebut. (Red)

Baca Juga : Ribuan Anak dari Seluruh Indonesia Kumandankan ‘Suara Anak Indonesia.’ Begini Pernyataanya!