medikastar.id
Setiap tahun, Hari Bumi atau World Earth Day diperingati pada tanggal 22 April. Tahun ini adalah perayaan hari bumi yang ke-50. Angka yang cukup spesial, namun dirayakan dalam masa pandemi corona (covid-19) yang sedang berlangsung.
Penyebaran covid-19 tentunya telah mengakibatkan banyak kerugian bagi manusia. Tapi ada juga pembelajaran yang bisa dipetik oleh semua orang pada masa ini. Lantas, apa saja pelajaran yang bisa diambil dari masa pandemi global dalam menyikapi peringatan hari bumi?
Pelajaran pertama yang bisa diambil adalah lingkungan yang memulihkan dirinya. Penyebaran covid-19 yang begitu mudah dan cepat membuat banyak negara menetapkan lockdown atau karantina wilayah. Tujuannya agar penyebaran wabah ini tidak menginfeksi lebih banyak orang.
Dalam masa lockdown yang berlangsung, polusi udara yang biasanya menjadi masalah yang sulit diatasi nampaknya berkurang cukup drastis. Menurut analisis oleh Carbon Brief yang dikutip dari Axios, emisi karbon global tahun ini dapat turun sebesar 5,5%. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Data tersebut memproyeksikan bahwa lockdown adalah pendorong terbesar dari penurunan emisi global.
Di berbagai negara, angka polusi udara yang selama ini tinggi mengalami penurunan secara drastis. Selain itu, banyak sungai yang airnya juga menjadi jernih. Salah satu contohnya adalah sungai Venisia di Italia. Sungai yang selama ini sudah kotor karena ramainya pengunjung, kembali menjadi jernih seperti zaman dulu.
Hal-hal tersebut membuktikan bahwa aktivitas yang dilakukan manusia selama ini menjadi penyumbang terbesar bagi naiknya emisi global yang dapat merusak bumi. Untuk itu, semua pihak perlu lebih memikirkan kebijakan dan aksi nyata yang bisa lebih mendukung kelesatarian bumi. Sehingga, setelah masa pandemi covid-19 selesai, kesadaran mengenai kebersihan lingkungan bisa lebih terbangun dan dijalankan.
Pelajaran kedua yang bisa diambil adalah pentingnya menjaga kesehatan melalui hal-hal sederhana. Kedua aspek kesehatan yang disoroti dalam masa pandemi covid-19 saat ini adalah fisik dan mental. Protokol atau rekomendasi yang diterapkan oleh pemerintah dan para ahli mengharuskan masyarakat rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan, konsumsi makanan bergizi, olahraga, dan lain sebagainya.
Sementara itu, banyak orang yang merasa depresi dan stres ketika diharuskan untuk beraktivitas dari rumah saja. Karena itu, muncullah banyak aktivitas yang bisa diterapkan untuk menjaga mental agar tetap sehat. Aktivitas tersebut seperti membaca, menulis, berolahraga, dan lain-lain.
Tak hanya saat masa-masa wabah seperti sekarang ini, sebenarnya perilaku menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan juga perlu dijaga saat keadaan sedang normal. Sadar atau tidak, perubahan iklim yang sedang terjadi juga telah memakan korban yang sangat banyak.
World Health Institute memperkirakan bahwa tujuh juta orang meninggal setiap tahunnya akibat polusi udara. Sampah plastik yang menumpuk di darat dan laut juga telah merusak banyak habitat dan spesies. Salah contohnya adalah penemuan zat-zat plastik pada ikan-ikan yang dijual dan dikonsumsi banyak orang. Hal tersebut menjadi alarm untuk semua orang agar lebih memperhatikan kesehatan dan kebersihan.
Pelajaran ketiga yang bisa diambil adalah aksi gotong royong dan kreativitas yang terus muncul setiap harinya. Bentuk gotong royong tersebut seperti berdonasi, hingga kampanye untuk memberi dukungan bagi korban terdampak dan tenaga kesehatan yang sedang menangani covid-19.
Semangat ini perlu terus dijalankan bahkan setelah pandemi covid-19 berlangsung. Dukungan berupa donasi dan kampanye yang dilakukan bisa diterapkan untuk mendukung kelestarian lingkungan hidup. Hal tersebut akan membuat makin banyak orang memiliki kesadaran dan terinspirasi untuk beraksi dalam menjaga bumi.
Selanjutnya, pandemi corona membuat banyak orang melakukan kreasi. Contohnya adalah membuat masker kain sendiri atau membuat tempat mencuci tangan dari benda-benda di sekitar. Semangat kreativitas tersebut bisa terus dijalankan dalam rangka mendukung bumi.
Banyak kreativitas dan upaya gotong royong yang bisa dikembangkan dalam menjaga kelestarian bumi. Contohnya adalah kampanye menanam pohon, membuat kompos untuk mengurangi sampah, daur ulang, energi terbarukan, dan lain sebagainya.
Hari Bumi 2020 mengambil tema “Climate Action”. Artinya, butuh banyak aksi yang kreatif dan upaya gotong royong dalam menjaga, serta merawat bumi. Bumi yang sehat akan membuat makhluk hidup yang tinggal di dalamnya, termasuk manusia akan tetap sehat. Selamat Hari Bumi 2020, Healthies! Ayo lakukan aksimu, ayo cintai lagi bumi kita! (*/Har)
Video: A Short Movie-Cegah Corona
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=mTuwdCQv8oQ[/embedyt]
