HIPGABI NTT Gelar Seminar Nasional

Kota Kupang, medikastar.id

Organisasi HIPGABI NTT (Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia) menggelar seminar nasional dengan tema “Gerakan Perawat Darurat Mendukung Masyarakat Sehat; Diriku adalah Solusi Kegawat Daruratan dan Bencana.” Seminar yang berlangsung di Aula Cendana Wangi Poltekkes Kemenkes Kupang pada Sabtu, (29/07/2017) ini menghadirkan tiga pemateri, antara lain Dominggos Gonsalves, S.Kep.,Ns.MSc.,AIFM selaku Ketua HIPGABI NTT; Suhatman A.Hakim, S.Kep.,Ns, Kepala Pelayanan Kamar Operasi Emergency IGD RSUP DR.Wahidin Sudirohusodo Makasar; serta Applonaris T. Berkanis, S.Kep.,Ns.MH.Kes, Ketua Departemen Organisasi dan Hukum HIPGABI NTT.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) NTT, Aemilianus Mau yang turut hadir sekaligus membuka kegiatan seminar tersebut. Dalam sambutannya, Aemilianus menjelaskan bahwa secara struktural, HIPGABI masih termasuk di dalam PPNI. Tugas HIPGABI ialah memberikan pendidikan dan pelatihan kekhususan, terutama tentang kegawat daruratan dan penanggulangan bencana.

Menurutnya, seminar yang diselenggarakan oleh HIPGABI merupakan suatu kegiatan yang baik demi melatih dan mengasah pengetahuan para peserta. Dengan seminar ini, ke depan dapat memberikan pertolongan yang tepat saat dibutuhkan. Olehnya, orang yang seharusnya selamat dapat diselamatkan. Badan nasional penanggulangan bencana juga hadir dalam seminar tersebut. Aemilianus berharap agar ketika terjadi bencana, PPNI atau pun mahasiswa yang sudah terlatih dapat dihubungi untuk memberikan bantuan.

Dominggos Gonsalves, Ketua HIPGABI NTT kepada Medika Star memaparkan bahwa kegiatan seminar ini dilatarbelakangi oleh begitu banyaknya kasus yang terjadi pada saat pertolongan setelah kecelakaan atau bencana. Terkadang kondisi pasien sudah tidak tertolong ketika tiba di rumah sakit. Seminar tersebut merupakan langkah awal HIPGABI dalam memberikan pemahaman mengenai kegawat daruratan dan penanggulangan bencana. Ke depan akan digelar pelatihan-pelatihan dan juga sosialisasi mengenai hal ini.

“Kami berharap agar semua yang mengikuti seminar dapat belajar untuk tidak menjadi penonton saat berhadapan dengan kejadian, seperti kecelakaan atau pun bencana. Minimal mereka memiliki gambaran tentang bagaimana harus menolong dan apa prinsip yang harus dipegang saat memberikan pertolongan pertama,” ungkap Dominggos.

Selain seminar, HIPGABI juga memiliki program pelatihan kegawat daruratan dan penaggulangan bencana, baik di setiap kelurahan, institusi atau pun kantor-kantor dan juga di lembaga pendidikan serta bagi seluruh lapisan masyarakat. Dominggos berharap agar HIPGABI dapat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, sehingga masyarakat luas dapat memiliki gambaran dalam memberikan pertolongan pertama serta menanggulangi bancana.

“Jika diberikan kesempatan, kami akan siap memberikan pelatihan. Selain itu, kami juga berharap agar teman-teman di organisasi profesi yang lain juga dapat bekerjasama dengan kami.  Apabila ada kegiatan di organisasi profesi yang lain, kami diberi kesempatan untuk memperkenalkan HIPGABI,” tambah Dominggos.

Diakuinya bahwa saat ini HIPGABI belum dikenal secara luas. Selain itu, untuk dapat menjadi anggota, ada beberapa peraturan yang harus dipenuhi sehingga masih belum banyak perawat yang tergabung di dalamnya. Ke depan, pihaknya akan terus memperkenalkan HIPGABI agar makin banyak orang yang mau bergabung di organisasi ini.

Salah satu peserta seminar, Angelinus Kehi menuturkan bahwa seminar ini merupakan seminar yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.

“Pengetahuan yang kami peroleh di seminar ini mungkin saja tidak kami peroleh di bangku kuliah, sehingga ke depan kami berharap agar kegiatan semacam ini terus dilaksanakan,” ungkap mahasiswa Profesi Ners Stikes Nusantara Kupang ini. (Red)