Ini 5 Provinsi dengan Tingkat Kematian Covid-19 di Bawah 1 Persen

Kota Kupang, medikastar.id

Tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia pada awal-awal wabah termasuk yang tertinggi di dunia. Namun, angka itu cenderung menurun seiring waktu. Per 14 Juni 2020, tingkat kematian di Indonesia berada di angka 5,6%, nyaris sama dengan tingkat kematian secara global yang sebesar 5,54%. Meski demikian, ada beberapa provinsi termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki tingkat kematian di bawah 1%.

Tingkat kematian atau Case Fatality Rate (CFR) adalah proporsi kejadian meninggal akibat penyakit tertentu dalam kurun waktu tertentu. Tingkat kematian diwujudkan dalam satuan persen (0% hingga 100%) yang dihitung dengan rumus jumlah kematian per jumlah kasus dikali 100.

Tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia yang sebesar 5,6% artinya ada sekitar 5 sampai 6 orang yang meninggal dari 100 orang yang terinfeksi. Berdasarkan wilayah, terdapat 5 provinsi dengan tingkat kematian di bawah 1%, yakni Jambi (0,0%), Papua (0,6%), Bangka Belitung (0,7%), Bali (0,8), dan Nusa Tenggara Timur (0,9%).

Berdasakan data resmi pemerintah, per 14 Juni total ada 108 pasien positif Covid-19 di Jambi, sebanyak 37 di antaranya telah sembuh, dan belum ada yang meninggal dunia. Sementara untuk NTT, dari 108 kasus positif, 46 orang telah sembuh, 61 masih dirawat, dan ada satu pasien yang meninggal dunia.

Sementara itu, provinsi dengan tingkat kematian tertinggi adalah Maluku Utara (7,1%), Lampung (7,2%), Jawa Timur (7,7%), dan Sulawesi Utara (8,5%).  Khusus untuk Sulawesi Utara, dari 658 kasus, 56 orang di antaranya meninggal dunia.

Dari sisi jumlah kematian tanpa perbandingan dengan jumlah yang terinfeksi, Jawa Timur menempati urutan teratas, dengan 600 kematian, disusul DKI Jakarta 555, Jawa Barat 161, Kalimantan Selatan 125, Sulawesi Selatan 116, dan Jawa Tengah 104. Daerah-daerah lainnya mempunyai jumlah kematian di bawah 100.

Meski termasuk wilayah dengan tingkat kematian yang tergolong kecil, harus diingat bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Potensi meningkatnya kasus infeksi dan kematian masih mengintai kita. Apalagi dengan adanya kebijakan untuk memasuki new normal atau tatanan kehidupan baru.

Karena itu, new normal ini harus dibarengi dengan kesadaran dan kedisiplinan tinggi menerapkan protokol kesehatan yang telah diberikan. Yang paling utama adalah pakai masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak minimal 2 meter, dan menjaga imunitas tubuh dengan makan makanan bergizi seimbang, olahraga dan istirahat yang cukup. (red)

Baca juga: Teknologi yang Menjadi Tren di Masa Pandemi