Kenali Happy Hypoxia yang Bisa Menyerang Penderita Covid-19 Tanpa Gejala

medikastar.id

Covid-19 dapat menyerang semua orang tanpa terkecuali. Saat seseorang telah terinfeksi virus Corona, pada umumnya orang tersebut akan menunjukkan gejala-gejala penyakit ini. Namun di sisi lain, terdapat juga orang-orang yang sama sekali tidak menunjukkan adanya gejala, meski telah terinfeksi Covid-19.

Akan tetapi, meski tidak menunjukkan tanda-tanda telah terinfeksi, virus Corona dapat membuat tubuh orang-orang tanpa gejala tersebut mengalami penurunan oksigen secara perlahan. Kondisi ini disebut sebagai happy hypoxia.

Pengertian

Seharusnya, kadar oksigen secara alami dalam tubuh manusia melebihi 95%. Jika terjadi penurunan pada kadar tersebut, maka orang yang mengalaminya akan sesak napas. Namun, hal sebaliknya terjadi pada orang yang mengalami happy hypoxia. Happy hypoxia merupakan suatu gejala yang menunjukkan bahwa seseorang akan tetap terlihat normal, walapun kadar oksigen dalam tubuhnya rendah.

Terdapat juga penjelasan mengenai happy hypoxia yang terjadi dalam sistem kerja otak. Informasi aferen homeostatis yang berasal dari tubuh merupakan bagian dari sistem interoceptive manusia. Tujuannya adalah membuat manusia dapat merasakan kondisi fisiologis tubuh, menciptakan kesadaran, serta mengarahkan pada tanda atau gejala tertentu. Proses ini terjadi melalui proyeksi dari batang otak ke korteks yang memungkinkan otak memproses sinyal aferen homeostatis.

Dengan demikian, saat otak menerima sinyal hipoksia internal, hal itu akan membuat orang yang mengalaminya merasakan sensasi kebutuhan untuk bernapas. Akan tetapi, hal ini tidak ditemukan pada beberapa pasien Covid-19 yang parah.

Penyebab

Hingga sekarang, penyebab terjadinya happy hypoxia belum dapat dipastikan. Terdapat beberapa teori hal-hal yang dapat mengakibatkan kondisi tersebut. Pertama, happy hypoxia dapat disebabkan oleh peradangan pada jaringan paru-paru karena infeksi Covid-19. Kedua, kondisi tersebut bisa disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf pengatur kadar oksigen dalam darah dan sistem pernapasan.

Melihat hal tersebut, maka orang-orang yang tidak memiliki gejala sekalipun perlu berhati-hati. Alasannya karena secara perlahan, bisa jadi tubuh mereka sedang mengalami masalah yang besar.

Penanganan

Terdapat beberapa cara yang biasanya digunakan untuk menangani orang-orang yang mengalami hipoksia. Bagi penderita yang masih dapat bernapas, mereka akan ditangani dengan memberi oksigen yang disalurkan menggunakan selang atau masker oksigen. Di sisi lain, dokter akan memberikan oksigen menggunakan ventilator, serta melakukan perawatan di ruang ICU bagi penderita yang mengalami penurunan kesadaran atau tidak dapat bernapas.

Karena itu, bagi orang-orang yang merasa pernah berkontak erat dengan pasien positif ataupun mereka yang menunjukkan gejala-gejala Covid-19, segeralah periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Dengan begitu, kewaspadaan terhadap terjadinya happy hypoxia dan kondisi yang lebih parah dapat ditingkatkan.

Lebih lanjut, keyakinan untuk tetap sehat dan aman memang wajib dimiliki oleh kita di masa pandemi ini. Akan tetapi, hal tersebut perlu dibarengi oleh tindakan ketaatan terhadap protokol kesehatan yang selalu gencar digaungkan. Dengan begitu, kita dapat mencegah penyebaran Covid-19 secara baik. (har/ncbi/ugm/alodokter)

Mari Pahami Gejala-gejala Covid-19

Baca juga: Pandemi Akibatkan Stres? Mari Kenali Empat Jenis Stres Berdasarkan Levelnya