medikastar.id
Pandemi covid-19 yang masih saja berlangsung bisa jadi membuat sebagian orang memiliki gangguan pada kesehatan mental. Gangguan yang muncul biasanya berupa stres atau depresi. Jika tidak ditangani dengan baik, kemungkinan besar hal tersebut bisa mempengaruhi aspek kehidupan yang lainnya.
Sayangnya, sering kali banyak orang bahkan tidak bisa mengenali tanda-tanda bahwa mereka sedang mengalami stres. Hal tersebut bisa membuat keadaan mentalnya makin parah. Karena itu, mari mengenali tanda-tanda stres kronis di tengah pandemi.
Pengertian Stres
Stres adalah respon biologis yang dapat terjadi karena dipengarui oleh situasi. Terdapat dua jenis stres yakni stres akut dan stres kronis.
Stres akut merupakan jenis stres yang berlangsung dalam jangka waktu pendek. Biasanya gangguan mental ini disebabkan oleh ketidakpastian, ancaman terhadap ego, serta pengendalian keadaan yang kurang.
Sedangkan, stres kronis adalah jenis stres yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Jenis stres ini berhubungan dengan pelepasan hormon stres yakni kortisol dan adrenalin. Jika gangguan ini tidak ditangani dengan baik, maka sistem tubuh bisa saja mengalami kerusakan.
Pandemi covid-19 membuat sebagian orang memiliki keadaan yang sulit. Terdapat beberapa situasi yang berpotensi besar mengakibatkan stres kronis. Situasi tersebut antara lain tekanan tinggi dari lingkungan, kesulitan finansial, atau masalah pada relasi.
Dalam masa pandemi, biasanya situasi pemicu terjadinya stres akan bertambah atau menjadi makin kuat. Hal tersebut dapat mengakibatkan orang yang tidak bisa mengontrolnya akan mengalami stres. Jika stres berkepanjangan, bahkan seseorang bisa saja tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami stres kronis.
Tanda-tanda Stres Kronis
Dilansir dari medicalnewstoday.com, terdapat beberapa tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seseorang mengalami stres kronis. Tanda-tanda tersebut berhubungan dengan fisik dan psikologi. Mudah marah bisa menjadi tanda stres kronis. Bahkan, kemarahan yang ditunjukkan bisa menjadi lebih ekstrim.
Tanda yang berikut adalah mudah mengalami kelelahan. Walaupun tidak memiliki banyak aktivitas, tapi tubuh tetap saja terasa sangat lelah. Rasa ini biasanya akan ditambah dengan sakit kepala dan kesulitan dalam berkonsentrasi. Bahkan, bisa juga terjadi ketidakteraturan dalam berpikir. Hal ini bisa memicu terjadinya kesulitan tidur atau beristirahat.
Tanda lain yang dapat muncul adalah perubahan nafsu makan. Bisa saja orang yang biasanya makan dengan porsi sedikit, tiba-tiba makan dalam porsi sangat besar. Hal sebaliknya pun dapat terjadi. Selain itu, gangguan pencernaan juga bisa terjadi.
Perasaan tidak berdaya dan hilangnya kontrol terhadap diri merupakan tanda dari stres kronis. Tingkat kepercayaan diri bisa menjadi sangat rendah. Kegugupan pun akan lebih sering terjadi. Lebih jauh lagi, bagi pasangan suami isteri, gairah seksual juga dapat hilang. Infeksi atau penyakit pun akan muncul dan menandakan bahwa stres yang dialami sudah sangat parah.
Tanda-tanda tersebut sering kali telah dialami. Akan tetapi, karena kurangnya pengetahuan, banyak orang hanya mengabaikan dan membiarkan diri terus tenggelam dalam rasa stres yang dialami. Alhasil, stres yang dirasakan memicu terjadinya berbagai macam gangguan kesehatan
Gangguan kesehatan yang bisa terjadi antara lain penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, gangguan pernapasan, insomnia, anxiety disorder, hingga skrizofrenia dan masih banyak lagi.
Cara Memanajemen Stres
Ada pepatah yang mengatakan bahwa ‘Di dalam tubuh yang kuat, terdapat jiwa yang sehat”. Karena itu, jangan diamkan stres yang dialami. Perlu upaya penanganan agar stres tidak mengakibatkan dampak-dampak buruk lainnya, serta tubuh dan jiwa menjadi kuat.
Beberapa cara dapat diterapkan dalam memanajemen stres. Cara yang pertama adalah memahami tanda dan gejala dengan baik. Setelah itu, cobalah bicarakan pada keluarga atau orang yang dapat dipercaya tentang apa yang sedang dirasakan. Dengan berbicara pada orang lain, mereka akan memberikan dukungan emosional dan motivasi. Selain itu, perasaan hati juga akan menjadi lebih baik.
Berikutnya adalah mengidentifikasi pemicu terjadinya stres. Hal tersebut penting dilakukan agar penyebab gangguan yang dialami bisa diatasi. Dengan begitu, stres lanjutan tidak akan terus belangsung.
Rutin berolahraga atau beraktivitas fisik juga sangat penting untuk dilakukan. Aktivitas fisik akan memicu tubuh untuk memproduksi endorfin yang berguna meningkatkan mood dan mengurangi stres. Olahraga yang dilakukan dapat berupa jogging, bersepeda, dan lain-lain sesuai sumber daya dan kondisi tubuh.
Aktivias fisik juga sangat baik untuk mempermudah tidur. Waktu istirahat yang kurang memiliki kontribusi yang besar bagi stres yang dialami. Karena itu, cobalah untuk tidur minimal tujuh jam setiap hari. Selain berolahraga, pengaturan waktu tidur juga dapat dilakukan dengan menghindari caffein, makan besar, dan hal-hal yang mengganggu pikiran sebelum waktu tidur.
Langkah berikutnya adalah melakukan meditasi atau saat teduh. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa meditasi berdampak positif untuk mengatasi stres, kecemasan, dan depresi. Meditasi yang dilakukan berfokus pada teknik pernapasan, serta kesadaran pikiran pada lingkungan sekitar.
Dengan mengetahui tanda-tanda stres kronis, kita bisa mencari upaya penanganan yang tepat. Mari tetap jaga kesehatan mental di tengah berlangsungnya pandemi covid-19. (har)

