Lembata, medikastar.id
Sebagai Klinik Home Care pertama yang ada di Provinsi NTT, Klinik King Care ternyata tak hanya memberikan pelayanan kesehatan langsung ke rumah. Klinik King Care juga terpanggil untuk peduli terhadap para korban badai seroja yang terjadi di wilayah NTT beberapa waktu lalu.
Melalui gerakan Klinik King Care Peduli Bencana, Klinik King Care bergerak untuk memberikan bantuan bagi para korban badai seroja yang ada di wilayah Lembata, khususnya bagi para siswa SMK Negeri I Ile Ape. Bantuan yang diberikan berupa pakaian bekas layak pakai, obat-obatan dan bahan-bahan untuk perawatan luka, serta donasi dalam bentuk dana tunai. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Direktur Klinik King Care, Petrus Laba.
“Bantuan yang kami berikan ini merupakan bantuan yang berhasil kami kumpulkan dari para donatur, baik itu dari tim Klinik King Care maupun dari para donatur lainnya,” jelas Petrus.
Petrus mengatakan bahwa Klinik King Care memiliki kepedulian yang tinggi terhadap para korban bencana, sehingga tergerak untuk memberikan bantuan tersebut. Ia berharap agar bantuan yang diberikan oleh Klinik King Care dapat bermanfaat bagi para korban, khususnya para siswa SMK Negeri I Ile Ape yang membutuhkan.
Dalam nada yang sama, Presiden Direktur Klinik King Care, dr. Yoseph E. Gonang yang akrab disapa dr. Egon menyampaikan bahwa Klinik King Care terpanggil untuk peduli terhadap mereka yang menjadi korban badai seroja.
“Atas dasar keprihatinan dan kepedulian kami terhadap para korban, kami berupaya sebaik mungkin untuk dapat berkontribusi memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan. Mudah-mudahan bantun yang diberikan bermanfaat,” ujarnya.
Terkait bantuan yang diberikan, pihak SMK Negeri I Ile Ape melalui ketua panitia penggalangan dana, Fidelis S. Tokan, S.Pd menyampaikan terima kasih kepada Klinik King Care yang telah memberikan bantuan bagi para siswa.
“Banyak siswa kami yang terkena bencana ini. Hingga saat ini sekolah juga menyiapkan asrama untuk dapat dimanfaatkan sebagai tempat tinggal bagi para siswa terdampak. Namun sebagian siswa lebih memilih tinggal di pondok yang ada di kebun, sehingga bantuan yang kami terima ini akan didistribusikan oleh para guru dari kebun ke kebun tempat siswa terdampak tinggal,” jelas Fidelis.
Ia mengutarakan bahwa kesulitan yang dialami para siswa antara lain pakaian dan makanan, sehingga pihak sekolah terus menggaungkan gerakan peduli korban bencana untuk membantu meringankan beban para korban. (*/Red)
Video: EKSKLUSIF!! dr. Messerassi Bicara Soal Penanganan Covid-19 di NTT Pasca Seroja!
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=ErM-twSMq_Y[/embedyt]
