Larantuka, medikastar.id
Warga desa Ilegerong, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur patut bergembira. Pasalnya, desa ini dipilih oleh Puskesmas Lato sebagai desa tempat dilaksanakannya launching program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kaki Gajah atau Filariasi tahun ke-3. Desa ini memiliki 3 dusun dengan jumlah sasaran minum obat (umur 2 tahun-70 tahun) sebanyak 121.
“Ini merupakan kali ke-2 desa Ilegerong menjadi tempat launching POPM penyakit Kaki Gajah. Ini karena di desa Ilegerong ini terdapat 5 orang penderita Kaki Gajah atau filariasi,” ujar Kepala Puskesmas (Kapus) Lato, Raymundus R. Tukan pada saat pembukaan acara, Selasa (09/10/18).
Raymundus menjelaskan bahwa jika 1 orang berpotensi menularkan kepada 10 orang, maka di desa Ilegerong dengan 5 kasus Filariasis, maka sudah ada 50 orang yang terinfeksi cacing Filaria tetapi belum terdeteksi. Oleh karena itu, semua yang menjadi sasaran harus meminum obat.
“Kita sama-sama memutus mata rantai penularan Kaki Gajah,” ujarnya.
Raymundus juga mengharapkan dukungan dan kerjasama dari pemerintah desa agar semua sasaran dapat minum obat Kaki Gajah, kecuali sasaran-sasaran dengan indikasi yang harus ditunda.
Sementara itu, kepala desa Ilegerong, Yakobus B. Talar memberikan apresiasi kepada Kepala Puskesmas Lato yang menjadikan desa Ilegerong sebagai pilihan dalam melaksanakan launching POPM 2 tahun beruntun.
“Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari pihak kesehatan terhadap kita dan kita juga harus punya semangat untuk mencegah lebih dini,” ujarnya.
Yakobus pada kesempatan tersebut meminta agar semua perangkat desa dan kader Posyandu dilayani (minum obat) terlebih dahulu sebelum selanjutnya diberikan kepada masyarakat.
Pelayanan POPM di desa Ilegerong dibagi dalam 3 tim, sehingga masing-masing tim melayani 1 dusun. Namun, beberapa sasaran harus menunda meminum obat karena beberapa indikasi berdasarkan anamnese petugas. Kepada mereka tetap diberikan KIE untuk upaya pencegahan seperti tidur menggunakan kelambu, dan menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk. Selain itu, mereka perlu membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk
Dalam pelayanan POPM Kaki Gajah ini, tidak terdapat kejadian yang luar biasa pasca minum obat. Untuk selanjutnya, pelaksanaan POPM akan dilaksanakan di desa yang lain sesuai jadwal yang ditetapkan pada rapat persiapan POPM Kaki Gajah tingkat Puskesmas Lato sebelumnya. (*/Firman Aman)
Baca Juga : Terkait Pemberian Obat Pencegah Kaki Gajah, Berikut Penjelasan Kadis Kesehatan Manggarai

