Ruteng, medikastar.id
Meski tidak mematikan, penyakit Kaki Gajah atau Filariasis adalah penyakit yang sulit diatasi. Pasalnya, kaki atau anggota tubuh lain yang membesar tidak dapat disembuhkan, yang bisa dilakukan hanyalah mencegah agar tak terjadi kecacatan.
Bulan Oktober diperingati sebagai bulan eliminasi penyakit kaki gajah, sehingga masyarakat yang berusia antara 2-70 tahun dan tinggal di wilayah endemis penyakit kaki gajah atau Filariasis akan diingatkan untuk meminum obat pencegah Kaki Gajah. Obat ini diberikan sebanyak 1 dosis setiap tahun selama 5 tahun berturut-turut.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai, dr. Yulianus Weng Kepada Medika Star, Selasa (09/10/18) menjelaskan bahwa Kaki Gajah disebabkan oleh masuknya cacing filaria yang berukuran sangat kecil seperti benang ke dalam tubuh manusia oleh karena gigitan nyamuk yang telah terinfeksi. Tiga spesies Filaria yang dapat menginfeksi adalah Wuchereria bancrofti, Brugia Malayi, dan Burgia Timori.
dr. Weng mengungkapkan bahwa di wilayah Kabupaten Manggarai, pemberian obat pencegah Kaki Gajah di tahun ke-3, dilakukan pada bulan Oktober ini. Pelaksanaannya tersebar di beberapa titik, seperti di sekolah, di tempat-tempat doa Rosario, dan juga di tempat Posyandu.
“Cakupannya sudah di atas target semua. Mudah-mudahan tahun ini hampir sama seperti tahun lalu. Sejauh ini, pemberian obat kaki gajah tidak mengalami kendala dan semuanya berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap dr. Weng.
Pada tanggal 26 September lalu, lanjut dr. Weng, pihaknya sudah melaksanakan rapat lintas sektor. Rapat ini melibatkan para camat, dinas-dinas terkait, kader-kader PKK, dan juga ibu PKK Darma Wanita untuk melakukan persiapan pemberian obat pencegah Kaki Gajah.
Tercatat bahwa penderita penyakit Kaki Gajah di Kabupaten Manggarai, khususnya di kelurahan Wangkung Roe berjumlah 6 orang. Tetapi pasien telah mengalami penyakit ini sejak tahun 1976. Kasus-kasus tersebut merupakan kasus lama, dimana rata-rata umur pasien sampai saat ini berkisar antara 60-70 tahun. Hingga saat ini belum ditemukan lagi kasus baru.
dr. Weng berharap agar masyarakat bisa mendukung dan betul-betul memanfaatkan kegiatan pemberian obat pencegah Kaki Gajah. Sasarannya ialah anak-anak yang berusia 2 tahun sampai dengan mereka yang berumur 76 tahun.
“Ini supaya kita bebas dari penyakit Kaki Gajah. Masyarakat harus betul-betul mengikuti pencangan obat Kaki Gajah yang diberikan secara massal oleh petugas kesehatan,” ungkapnya. (*/Mull)
Baca Juga : Menteri PPPA Tegaskan bahwa Perempuan dan Anak di Palu dan Donggala Harus Terlindungi

