Melawan Corona dengan Metode ‘Pentahelix’

medikastar.id – Hingga kini Covid-19 telah menyebar ke hampir seluruh wilayah di Indonesia. Upaya penanganan pun terus gencar dilakukan oleh berbagai pihak, terutama pemerintah. Berbagai macam cara dan solusi terus dikeluarkan untuk mempercepat penanganan pandemi ini di Indonesia.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo mencanangkan metode ‘Pentahelix’ untuk mengatasi masalah ini. Metode yang melibatkan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat berjalan secara efektif dalam penanganan kasus covid-19.

Metode pentahelix adalah suatu bentuk cara mengatasi masalah atau pengembangan program dengan melibatkan pihak-pihak dari berbagai sektor (Lintas sektor). Metode ini berfokus pada kerja sama antara pemerintah bersama para pemangku kepentingan hingga masyarakat. Dengan kata lain, metode pentahelix dapat disebut sebagai cara gotong royong dari semua pihak untuk menyelesaikan masalah.

Dilansir dari Liputan 6, Doni mengatakan bahwa metode pentahelix melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media massa menjadi ujung tombak dalam penanganan corona.

Tujuan utama dari metode yang sudah banyak diterapkan dalam menyelesaikan banyak masalah di dunia ini adalah untuk mengembangkan metode inovatif. Pentahelix dapat digunakan sebagai alat diskusi sederhana guna memetakan minat dan mengeksplorasi cara menjaga keseimbangan suatu upaya penyelesaian masalah.

Meski terlihat sederhana, metode ini dapat membantu membuka atau menjelaskan kompleksitas sosial dengan cepat. Yang terpenting dari metode ini adalah kerja sama semua pihak dalam satu tim.

Artikel terkait: Ayo Cuci Tangan yang Benar Agar Bisa Membunuh Virus Corona

Osmos Network menuliskan bahwa aturan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam metode ini disesuaikan dengan konteks permasalahan yang terjadi. Umumnya, terdapat lima pihak atau stakeholder yang terlibat dalam metode ini.

Pihak yang pertama adalah badan publik atau pemerintah. Kelompok ini berisi para pengambil keputusan dan fasilitas negara yang dimiliki seperti kepolisian, rumah sakit, serta pemerintah daerah hingga pusat.

Pihak ini bertugas untuk membuat kebijakan atau aturan dalam mengatasi masalah. Caranya adalah dengan mengatur strategi bersama berbagai pihak lain yang terkait dan berkompeten.

Pihak yang kedua adalah komunitas praktisi atau akedemisi. Orang-orang dari kelompok praktisi atau akademisi dianggap sebagai ahli serta menguasai masalah yang sedang terjadi. Pihak ini terdiri dari dokter atau tenaga kesehatan, akademisi atau ilmuan, dan lain sebagainya.

Fungsi dari kelompok ini adalah menyumbangkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki untuk mengatasi masalah. Contohnya seperti penelitian, advokasi, konsultasi, hingga pendapat yang dapat digunakan dalam melaksanakan strategi yang ditetapkan, serta menjadi relawan.

Pihak yang ketiga adalah komunitas bisnis.  Kelompok ini terdiri dari para pengusaha lokal dan nasional seperti pemiliki toko, kios, koperasi, perusahaan, dan lain sebagainya.

Hal ini dimaksudkan agar pengembangan ekonomi di masyarakat tetap dapat dilakukan dalam masa kesulitan. Selain itu, mereka juga dapat memberikan sumbangsih seperti donasi dan atau bantuan yang bisa diberikan. Salah satu contohnya adalah perusahaan pakaian yang bisa membantu produksi alat pelindung diri bagi para tenaga kesehatan.

Pihak yang keempat adalah media. Kelompok ini terdiri dari seluruh media baik cetak, online, televisi, hingga radio. Di tengah berlangsungnya masalah seperti ini, peyebaran informasi adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Beredarnya kabar hoax dapat membuat masyarakat makin panik dan merugikan banyak pihak.

Oleh karena itu, pihak ini perlu menjadi mata, telinga, dan mulut yang menyajikan informasi yang terpercaya dan berimbang. Selanjutnya, semua informasi yang diberikan bisa menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terlibat bersama.

Pihak yang kelima adalah masyarakat. Masyarakat Indonesia dikenal dengan semangat gotong royong yang tinggi. Sehubungan dengan hal tersebut, konsep utama dari metode pentahelix adalah pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan tersebut disesuaikan dengan konteks atau kearifan lokal.

Masyarakat berfungsi sebagai ujung tombak pelaksanaan semua strategi yang telah dirancang oleh pemerintah berdasarkan diskusi semua pihak terkait. Contohnya adalah dengan melaksanakan rekomendasi physical distancing dan social distancing, menjaga kesehatan, belajar serta bekerja secara produktif dari rumah, berdonasi, hingga tidak menyebarkan berita hoax.

Metode ini sangat berguna untuk melihat dan menjalankan penanganan covid-19 dari semua sisi. Selanjutnya, penerapan metode ini perlu dilakukan secara gotong royong oleh semua pihak. Dengan upaya saling bahu membahu, penanganan corona pasti akan berlangsung secara efektif dan berhasil. (har)

Baca juga: Efek Covid-19, Komponen Kesehatan Alami Inflasi