Ini Penjelasan Karo Humas NTT Soal ODP dari Baumata yang Meninggal di RS Leona Kupang

Kota Kupang, medikastar.id

Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara (jubir) Covid-19, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai meninggalnya seorang ibu (AIK) dari Baumata Kabupaten Kupang yang berstatus sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan) di RSU Leona Kupang, Rabu (01/04/20).

Terkait hal ini, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menegaskan bahwa informasi yang beredar yang di media sosial yang mengatakan bahwa ibu tersebut meninggal akibat positif covid-19 tidak benar.

“Sebelumnya almarhumah datang dari Denpasar-Bali bersama dengan anaknya berumur 1 tahun dan kemudian diperiksa di Puskesmas Baumata dan di situ almarhumah melapor diri bahwa beliau sudah hamil 7 bulan. Tetapi setelah dicek oleh tim medis, khususnya oleh bidan, ternyata bukan 7 bulan, tetapi mau melahirkan . Itu berarti 9 bulan,” jelasnya, Kamis (02/04/20)

“Karena itu maka kemudian dirujuk ke RS Leona Kupang. Di RS Leona Kupang, saat almarhumah duduk di kursi sebelum tindakan medis, almarhumah kejang-kejang dan memang saat itu suhu badanya tinggi, sangat panas, jadi diduga keracunan kehamilan. Jadi tidak benar informasi yang beredar di medsos bahwa almarhumah positif covid-19. Kita tetap mengambil sampel darahnya untuk diperiksa di laboratorium di Jakarta,” lanjut Marius.

Baca Juga: Kuba, Negara ‘Pengekspor’ Dokter

Dari peristiwa ini, Marius kembali menekankan kepada semua masyarakat di seluruh NTT bahwa positif atau tidaknya seseorang dari covid-19 akan ditentukan oleh hasil laboratorium kesehatan yang ada di Jakarta.

“Tentu yang akan mengumumkan positif itu bukan juru bicara provinsi tetapi juru bicara nasional karena laboratorium itu ada di Jakarta dan biasanya laboratorium kesehatan itu akan melapor kepada Gugus Tugas Pusat sehingga mereka yang akan mengumumkan apakah seseorang itu positif atau tidak,” katanya.

Karena itu, pemerintah provinsi NTT menghimbau seluruh masyarakat di NTT untuk tidak panik.

“Sekali lagi gubernur NTT menghimbau kita semua untuk tidak panik, karena ternyata pasien-pasien sejak tanggal 3 Maret sampai dengan sekarang, PDP sekalipun ternyata sembuh. Demikian juga dengan ODP, sembuh,” tegas Marius.

Seperti kata Gubernur NTT, lanjutnya, walaupun NTT masih negative covid-19 tetapi seluruh masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti pedoman dan arahan serta protokol yang sudah disampaikan, baik oleh WHO maupun oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota di seluruh NTT.

“Kita ikuti semua protokol ini, seperti menghindari kerumunan, tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, selalu tinggal di dalam rumah, tidak keluar masuk mall dan pasar untuk hal yang tidak perlu, kemudian rutin mencuci tangan, menyemprotkan cairan disinfektan di tempat-tempat publik, dan sebagainya,” kata Marius.

Ia juga menandaskan bahwa walaupun akumulasi dari angka-angka ODP di NTT dari hari ke hari semakin meningkat, tetapi masyarakat jangan panik. Angka tersebut menunjukan bahwa masyarakat memiliki kesadaran untuk memeriksakan dirinya di fasilitas kesehatan, Puskesmas, RS, atau di para dokter.

“Ketika ada gejala awal maka kemudian setelah pemeriksaan klinis, tenaga kesehatan akan mengiktui perkembangan dan merekalah yang akan menetukan status orang tersebut masuk dalam ODP atau PDP sesuai dengan standard yang ada,” tutup Marius.  (*/red)

Baca Juga: April Mob: Mari Kenali Mythomania atau Sindrom Tukang Bohong