Biak, medikastar.id
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menekankan bahwa air sangat berpengaruh pada kesehatan keluarga. Data yang dimiliki Kemen PPPA, di Indonesia, jumlah anak-anak yang mengalami diare sebesar 66 persen berasal dari keluarga yang melakukan buang air besar di sungai dibandingkan mereka yang ada di rumah tangga dengan fasilitas toilet pribadi dan septi tank. Hal ini akan berpengaruh pada potensi tumbuh kembang maksimal anak.
“Layanan air dan sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia. Kalau kita lihat, perempuanlah yang paling dekat dengan air. Kebutuhan mereka lebih dari separuhnya bergantung pada air untuk menghidupi keluarga dan mencukupi kebutuhan rumah tangga. Perempuan adalah orang yang paling pertama akan memutar otak jika tidak ada air di rumah. Sehingga, akses perempuan terhadap air harus kita perhatikan,” ujar Yohana.
Yohana membicarakan hal tersebut usai melantik Srikandi Sungai Indonesia (SSI) Papua, Senin (02/10/18) di Kabupaten Biak Numfor.
Terkait Srikandi Sungai Indonesia (SSI) Papua tersebut, Menteri PPPA memilih Kampung Wardo menjadi salah satu lokasi dibentuknya Srikandi Sungai Indonesia (SSI) wilayah Papua.

Baca Juga: Kepala Puskesmas Borong Angkat Suara Soal Akreditasi Puskesmas
Pemilihan ini berdasarkan pertimbangan bahwa Sungai Wardo yang terletak di wilayah tersebut merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat. Banyak aktivitas kehidupan warga dilakukan dan dibantu oleh sungai, seperti mencuci, dan mandi. Sungai ini juga merupakan jalur transportasi bagi masyarakat. Namun sayang, pemanfaatan Sungai Wardo belum maksimal.
Mengingat besarnya potensi Sungai Wardo, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Deputi bidang Kesetaraan Gender bekerjasama dengan Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) Fakultas Geografi UGM yang merupakan secretariat SSI Pusat, menyelenggarakan Launching dan Deklarasi Srikandi Sungai Indonesia. Di sana dilaksanakan pula peresmian Wardo Eco River Park di Kampung Wardo, Kabupaten Biak Numfor.
Kegiatan diawali dengan susur Sungai Wardo bersama antara Menteri PPPA, BNPB (Badan Nasional penanggunalangan Bencana), perwakilan Kementerian PMK, dan para Srikandi Sungai.
Kegiatan yang dilaksanakan di tepi Sungai Wardo ini melantik 5 orang Srikandi Sungai Indonesia region Papua. Di antaranya Ketua SSI Provinsi Papua, Ketua SSI Kabupaten Jayapura, Ketua SSI Kabupaten Nabire, Ketua SSI Kabupaten Keerom, dan Ketua SSI Kabupaten Biak-Numfor.
Yohana pada kesempatan tersebut berharap agar pegiat lingkungan SSI region Papua menjadi vocal point untuk mengedukasi masyarakat di sekitarnya agar sadar lingkungan sungai.

“Tidak adanya layanan air bersih dan sanitasi yang memadai juga dapat berpotensi menyebabkan perempuan dan anak-anak rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan. Misalnya, mereka buang air, mandi atau mencuci di sungai, itu mereka melakukan aktivitas privat di ruang terbuka, sehingga ancaman kekerasan sewaktu-waktu mengintai,” jelasnya.
“Juga tidak kalah penting, pertisipasi Srikandi Sungai Indonesia ini mendukung pemeliharaan daerah aliran sungai agar tetap cantik, bersih dan indah. Serta menguatkan peran perempuan dalam kegiatan produktif ekonomi,” sambung Yohana.
Pada Launching dan Deklarasi SSI Papua, dukungan penuh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Biak Numfor juga sangat terlihat. Pemda Biak Numfor memfasilitasi langsung 2 unit perahu mesin untuk mendukung kegiatan para SSI nantinya.
Selain itu, peresmian Kampung ramah Anak dan peresmian Sungai Wardo sebagai Wardo Eco River Park juga dilakukan antara Inisiator SSI, Kemen PPPA, dan Pemda Biak Numfor, dengan penyerahan Grand Plan dan peta wilayah. Grand Plan berisikan rencana wilayah sekitar aliran Sungai yang akan dibuat taman wisata air, area ramah perempuan dan anak, dan akan didirikan Sekolah Srikandi Sungai Indonesia (SSI) Papua.
Srikandi Sungai Indonesia (SSI) merupakan sebuah organisasi yang peduli tentang isu lingkungan sungai dan para anggotanya adalah perempuan. SSI memiliki banyak kegiatan terkait isu sungai seperti edukasi, kampanye, pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan daya dukung dan keberlanjutan lingkungan, kualitas hidup penduduknya, dan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan. (*/red)
Baca Juga : Pesan Menteri PPPA bagi Orang Tua Soal Proteksi Dini Anak dari Bahaya Internet!

