Pengrajin Tempe Bakunase Mengaku Rindu Air Bersih

Kota Kupang, medikastar.id

“Kami bukan sengaja untuk mau tetap cuci tempe pakai air selokan, kami juga rindu supaya ada air bersih. Untuk urus air besih, kami sudah sampai di kantor PAM, tetapi katanya harus membuat kelompok, sehingga kami di sini ada 9 KK membuat satu kelompok dan memasukan permohonan di PAM, sudah sekitar 7 tahun lalu, tapi sampai hari ini kami tidak dapat air.”

Demikian petikan kalimat yang terlontar dari mulut Sri, salah satu pengrajin tempe yang ditemui oleh media ini saat menelusuri lokasi pembuatan tempe di RT 11 RW 04 Kelurahan Bakunase, Kota Kupang, Rabu (15/05/19). Lokasi pembuatan tempe ini mendadak viral di media sosial, karena proses pencucian kacang kedelai untuk pengolahan tempenya menggunakan air selokan.

Sri mengakui bahwa pengrajin tempe di lokasi tersebut menggunakan air selokan untuk mencuci kacang kedelai. Menurutnya, hal ini lantaran mereka kekurangan air bersih dan akses jalan yang tidak memungkinkan untuk mobil tangki air masuk ke lokasi pembuatan tempe.

“Kita butuh air banyak untuk buat tempe karena memang kacang untuk tempe harus cuci sampai betul-betul bersih, karena kalau masih ada kacang yang belum picah, air asamnya tertinggal maka besoknya tempe pasti sudah rusak,” katanya.

Selokan tempat mencuci kacang

Di tempat tersebut, ada beberapa sumur, tetapi menurut Sri, sumur-sumur tersebut hanya bisa digunakan pada bulan September-Desember. Sementara di bulan lainnya, debit air di sumur-sumur yang ada sangat terbatas sehingga tidak dapat digunakan. Untuk konsumsi air bersih sehari-hari, mereka mengambil air dari sumur milik orang lain.

Sri berharap agar pemerintah Kota Kupang dapat memberikan solusi yang terbaik bagi para pengrajin tempe di tempat tersebut, baik itu dalam bentuk akses jalan untuk mobil tangki air ataupun saluran air dari PDAM.

“Kami masyarakat ini siap. Biaya berapa saja kami siap bayar yang penting ada bantuan dari pemerintah bahwa kami ada sambungan air bersih ke sini. Harapan kami, dengan penuh rendah hati supaya ada pantaun dari pemerintah terkait air bersih,” kata Sri.

Lebih jauh, Sri juga menjelaskan bahwa dirinya sudah mulai membuat tempe di lokasi tersebut sejak tahun 90an. Tempe yang diproduksi tersebut akan dijual di pasar-pasar yang ada di Kota Kupang. Selain itu, ada juga penjual eceran yang datang langsung untuk mengambil tempe di lokasi tersebut.

Salah satu sumur kering di lokasi pembuatan tempe

“Selain jual, setiap hari kami juga makan (tempe). Setiap hari kami harus kasih tinggal 2 tempe untuk kami makan,” ungkapnya.

Ia bertutur pula bahwa seluruh hidup keluarganya bergantung pada tempe yang mereka pasarkan, sehingga diharapkan pemerintah bisa memberikan solusi terbaik bagi mereka.

“Kami hidup dari tempe. Anak-anak kami semua sekolah dari ini tempe. Anak saya tanggal 27 Juli ini sudah wisuda sarjana dari hasil jualan tempe,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Melki Nama. Ayah 3 anak ini mengatakan bahwa pihaknya sangat membutuhkan air bersih dan juga akses jalan untuk mobil tangki air. Sehingga pemerintah Kota Kupang diharapkan dapat menaruh perhatian juga pada hal tersebut.

Kacang yang telah dicuci menggunakan air selokan

Sementara itu, ketua RT 11 RW 04 Kelurahan Bakunase, Alex Saununu menuturkan bahwa permasalahan mendasarnya ialah masyarakat di wilayah tersebut kekurangan air bersih yang dapat dimanfaatkan untuk mencuci kacang.

“Seperti yang disampaikan tadi, mobil tangki air tidak bisa masuk ke sini karena memang akses jalannya tidak ada. Jadi mungkin pemerintah maupun DPRD dalam hal ini sebagai wakil rakyat diharapkan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan air ini, sehingga ke depan tidak terjadi lagi kasus yang sama. Mereka sudah usul ke PAM untuk pengadaan air bersih tetapi sampai hari ini belum terealisasi,” katanya.

Ia mengatakan pula bahwa para pengrajin tempe ini memiliki keluarga dan anak-anak yang hidup dari hasil jualan tempe, sehingga pemerintah dalam hal ini diharapkan dapat membantu melalui PDAM untuk pengadaan air bersih.

“Bukan mereka minta gratis, tetapi mereka siap bayar,” tutup Alex. (*/red)

Baca Juga:Lurah Bakunase Beberkan Fakta Soal Pengrajin Tempe yang Pakai Air Selokan!

Video:

Kelurahan Merdeka Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=y4DXNFS8JYY[/embedyt]