medikastar.id
Setiap hari, pasien baru Covid-19 terus bertambah jumlahnya. Meski begitu, total pasien sembuh pun terus meningkat. Di antara para pasien yang sedang berjuang melawan Covid-19, terdapat juga pasien tanpa gejala atau yang biasa disebut dengan OTG. Dalam penanganannya, pasien OTG wajib menjalani isolasi mandiri. Isolasi mandiri dapat dilaksanakan di rumah jika yang bersangkutan memiliki tempat atau di Rumah Sakit jika tidak memiliki tempat.
Khusus untuk isolasi mandiri yang dijalankan di rumah, terdapat lima hal yang perlu diperhatikan dengan baik. Hal ini diungkapkan oleh dr. Maydie Esfandiari, Sp.P, Dokter Spesialis Paru-paru RS Siloam ASRI Jakarta dalam talkshow berjudul “Update Wisma Atlet: Harapan Sembuh bagi Pasien Covid-19” di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Kamis (8/10).
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pemantauan suhu tubuh pasien secara mandiri. Pemantauan dilakukan dua kali sehari. Tujuannya adalah memastikan kestabilan kondisi suhu tubuh pasien OTG.
Cara pengukurannya adalah menggunakan thermometer. Hasil pengukuran suhu tubuh selanjutnya dicatat. Pastikan alat pengukur suhu tubuh yang digunakan tidak dipakai bersama anggota keluarga lainnya. Jika didapati suhu tubuh pasien OTG terus naik, segeralah periksakan diri ke Rumah Sakit terdekat.
Selain pemantauan suhu tubuh, pasien OTG juga perlu memperhatikan tanda dan gejala Covid-19 lain yang bisa saja dialami sewaktu-waktu. Tanda dan gejala tersebut seperti batuk dan sesak napas, merasa sakit dan tertekan di bagian dada, merasa bingung, kegiatan tidur yang terganggu, serta bibir atau wajah yang menjadi kebiruan.
Ada pula gejala ringan lain seperti sakit tenggorokan, nyeri otot, kelelahan, serta diare. Pemeriksaan ke Rumah Sakit juga harus dilakukan sesegera mungkin saat didapati tanda dan gejala tersebut.
Hal kedua yang perlu diterapkan adalah ketaatan pasien untuk tetap berada di dalam kamar atau ruangan tempat isolasi mandiri. Biasanya, keadaan tanpa gejala dan ketidakbiasaan berada dalam keadaan terisolasi akan membuat pasien OTG dan keluarga “tergoda” untuk berinteraksi satu sama lain.
Interaksi bersama anggota keluarga lain selama menjalankan isolasi mandiri bisa mengakibatkan terjadinya penularan kepada mereka. Karena itu, tetaplah jaga jarak sekalipun berada di dalam rumah. Di sisi lain, anggota keluarga pun wajib menggunakan masker guna mendapatkan perlindungan yang lebih maksimal.
Hal ketiga yang sangat penting adalah fasilitas ventilasi dari ruangan atau kamar yang ditempati pasien OTG. Ventilasi sangat diperlukan oleh tempat isolasi mandiri guna membuat sirkulasi udara berjalan secara normal.
Selain itu, ventilasi udara yang baik juga dapat membantu pencegahan penyebaran virus Corona di ruangan yang tertutup. Ventilasi yang dianjurkan adalah jenis ventilasi alami, seperti membuka jendela jika dimungkinkan.
Hal keempat yang harus dilaksanakan adalah menyediakan barang-barang untuk digunakan sendiri di rumah. Tujuannya untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 melalui perlengkapan rumah yang digunakan bersama. Contoh barang-barang tersebut seperti piring, gelas, senduk, garpu, serta pakaian dan benda lainnya.
Selanjutnya, hal kelima yang harus diperhatikan adalah kondisi keluarga. Anggota keluarga terdekat diharuskan untuk mengikuti rapid test. Khusus bagi anggota keluarga yang berstatus sebagai pekerja, orang yang bersangkutan wajib menginformasikan ke kantornya untuk melakukan tracing. Selain tracing, penyemprotan disinfektan juga harus dilakukan di tempat kerja guna memastikan lingkungan tersebut aman dari Covid-19.
Janganlah menganggap pasien Covid-19 sebagai aib yang membuat penderita menjadi kehilangan semangat hidup. Masyarakat sekitar diharapkan tidak menstigma dan memusuhi para pasien. Mereka tetaplah saudara yang harus mendapatkan dukungan guna memperoleh kesembuhan. Karena itu, dukunglah mereka dan tetap terapkan protokol kesehatan secara disiplin.
Video: Mengapa Jaga Jarak Aman Itu Penting?
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=dCRlOcnj0qc[/embedyt]
