Jakarta, medikastar.id
Indonesia telah menerima 169 juta dosis vaksin untuk disuntikkan bagi warga Negaranya. Dari jumlah tersebut, 157 juta dosis telah dikirimkan ke seluruh daerah di Indonesia. Presiden Jokowi meminta agar vaksin yang telah diterima segera digunakan untuk mendongkrak pencapaian vaksinasi.
Demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/9/2021).
Menurut Budi, 157 dosis vaksin itu sudah dikirim dan diterima di daerah. Sementara 9 juta dosis vaksin dalam perjalanan menuju ke Indonesia. Selain itu, kata Budi, 3 juta dosis vaksin disimpan di kementerian kesehatan sebagai cadangan.
Dari 157 juta dosis vaksin yang dikirimkan ke daerah, Budi menjelaskan, 116 juta dosis vaksin telah disuntikan bagi warga. Sementara 41 juta dosis vaksin masih menjadi stok di semua daerah.
Karena itu, Budi menyampaikan, Presiden Joko Widodo meminta Pemerintah daerah untuk tidak lagi menyimpan vaksin tersebut, namun segera digunakan. Sehingga jumlah 41 juta dosis itu bisa mendongkrak tingkat pencapaian vaksinasi di tanah air.
“Presiden meminta agar 41 juta dosis vaksin itu segera disuntikkan sehingga herd imunity itu bisa segera terbentuk,” jelas Budi.
Untuk vaksin dosis 1 sudah disuntikan bagi 73 juta warga Indonesia. Capaian itu menempatkan Indonesia diurutan ke-6 Negara dengan capaian vaksin terbanyak untuk dosis pertama, setelah Cina, India, Amerika Serikat, Brazil dan Jepang.
Lanjut Budi, ada 43 juta warga Indonesia sudah mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua. (*/joe)
Baca juga: Meski Turun Level, 17 Daerah di Luar Jawa-Bali Tetap Terapkan PPKM Level 4

