medikastar.id
Indonesia menerima pengiriman vaksin 500 ribu dosis Janssen pertama kalinya pada hari Sabtu, 11 September 2021 yang lalu dari Belanda.
Vaksin Janssen dikenal juga sebagai vaksin Johnson and Johnson. Vaksin ini merupakan vaksin yang bisa digunakan hanya dengan satu kali suntik saja.
Vaksin Janssen (Ad26.COV2.S) telah mendapat izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorisation (EUA) dari BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Melansir dari laman resmi BPOM, berikut fakta-fakta mengenai vaksin Janssen yang diproduksi oleh Johnson & Johnson :
Digunakan untuk satu kali suntik
Dalam hal ini, ada dua jenis vaksin yaitu Janssen dan Covidecia dapat digunakan untuk kelompok usia 18 tahun keatas dengan pemberian suntikan sebanyak satu kali atau dosis tunggal sebanyak 0,5 mL secara intramuscular.
Suhu penyimpanan
Khusus vaksin Janssen dan vaksin jenis Cansino harus disimpan pada suhu 2-8 celsius.
Efektivitas vaksin
Data interim studi klinik fase 3 pada 28 hari setelah melakukan vaksinasi, tingkat efikasi Janssen untuk mencegah keseluruhan gejala Covid-19 adalah sebesar 67,2 persen.
Sedangkan efikasi untuk mencegah gejala covid-19 pada orang yang berusia diatas 18 tahun, sebesar 66,1 persen.
Penilaian mutu
BPOM juga telah melakukan penilaian mutu dari vaksin J&J ini. Penilaian mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional dan hasil evaluasi terhadap aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) terhadap sarana produksi di negara asal.
Menggunakan vektor Adenovirus (Ad26)
Vaksin Janssen dikembangkan oleh Janssen Pharmaceutical Companies dengan platform Non-Replication Viral Vektor menggunakan vector Adenovirus (Ad26).
Vaksin ini diproduksi pada beberapa fasilitas produksi seperti Grand River USA, Aspen South Africa dan Catalent Indiana, USA.
Di Indonesia sendiri vaksin Janssen didaftarkan oleh PT Integrated Health Indonesia (IHI) sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan dan mutu vaksin.
Efek samping vaksin Janssen
Secara umum, vaksin Janssen diklaim masih dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh.
Reaksi lokal atau sistemik dari pemberian J&J ini menunjukkan tingkat keparahan grade 1 dan 2.
Sementara itu, KIPI (Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi) sistematik yang biasa terjadi, yaitu:
-Sakit kepala
– Fatigue (rasa lelah)
-Myalgia (nyeri otot)
-Rasa mengantuk
-Mual
-Muntah
-Pyrexia (demam)
-Diare
Baca juga: Presiden Minta 41 Juta Dosis Vaksin di Daerah Segera Dipakai

