Kota Kupang, medikastar.id
Penanganan pada kasus kegawatdaruratan menjadi bagian yang sangat penting dan wajib dikuasai dengan baik oleh setiap tenaga kesehatan, terutama bagi profesi Dokter, Perawat, Perawat gigi dan Bidan. Perkembangan dan perubahan kurikulum pendidikan bagi tenaga kesehatan dewasa ini pun mengalami perubahan. Di era ini, menjadi kewajiban bahkan tuntutan bagi institusi pendidikan kesehatan untuk menyelenggarakan pelatihan kegawatdaruratan bagi mahasiswanya yang akan menamatkan pendidikannya pada perguruan tinggi kesehatan.
Sehubungan dengan tuntutan ini, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Maranatha Kupang kembali menyelenggarakan pelatihan ”Pertolongan Pertama Gawat Darurat Obstetrik Neonatal (PPGDON) bagi mahasiswa bidan pada Program Studi Diploma III Kebidanan STIKes Maranatha Kupang. Pelatihan bagi mahasiswa bidan ini menjadi yang ketiga kalinya diselenggarakan oleh STIKes Maranatha Kupang.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan PPGDON, Kepala UPT Latnakes Kupang, dr. Mina Sukri mengucapkan terima kasihnya kepada Yayasan Maranatha NTT dan mengapresiasi Ketua Dewan Pembina Yayasan Maranatha Kupang yang telah berjuang dengan berani menghadirkan STIKes Maranatha Kupang di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.
“Kehadiran STIKes Maranatha Kupang telah membantu memenuhi tuntutan akan kehadiran tenaga kesehatan Perawat dan Bidan di daerah ini. Maka sejalan dengan program dari UPT Latnakes Kupang untuk mendukung Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK), UPT Latnakes Kupang selalu siap untuk bekerja sama mendukung kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh STIKes Maranatha Kupang. Tentu kegiatan ini penting untuk meningkatkan kompetensi dan skill dari mahasiswa, agar ketika selesai kuliah dan berada di tengah masyarakat, mereka dapat memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu,” terangnya.

Mina Sukri juga menjelaskan bahwa STIKes Maranatha Kupang menjadi Pendidikan Tinggi pertama di Provinsi NTT yang telah menyelenggarakan kurikulum sesuai dengan amanat Undang-Undang tenaga kesehatan dengan mengadakan pelatihan PPGDON bagi mahasiswa Bidan.
Ketua STIKes Maranatha Kupang, Mery Fangidae,S.ST,M.PH dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa dengan status kampus STIKes Maranatha yang sudah terakreditasi B, pihaknya selalu berusaha menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan kurikulum yang terbaru. Berbagai program pelatihan yang menjadi keunggulan di STIKes Maranatha dalam mempersiapkan mutu sumber daya manusia bagi mahasiswa didik terus dilakukan dengan konsisten.
Adapun pelatihan-pelatihan yang selalu diadakan oleh STIKes Maranatha Kupang, yakni Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) dan PERKESMAS bagi mahasiswa perawat serta pelatihan PPGDON bagi mahasiswa kebidanan. Tuntutan akreditasi di Fasilitas Kesehatan saat ini membutuhkan tidak hanya ijazah, tetapi juga sertifikat pelatihan kegawatdaruratan.
“Dengan memiliki sertifikat ini, tentu kita punya kelebihan dan keunggulan tersendiri. Untuk Institusi pendidikan kesehatan di NTT, baru STIKes Maranatha Kupang yang melakukan kegiatan pelatihan ini,” katanya.
Mengingat pentingnya kegiatan ini, Mery mengharapkan kepada semua mahasiswa peserta pelatihan agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan kehadiran 100 persen dan berpartisipasi dengan aktif.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Maranatha Kupang, Drs. Semuel Sellan saat memberikan sambutan di depan seluruh mahasiswa peserta pelatihan, mengatakan bahwa saat bekerja, sertifikat pelatihan ini sangat dibutuhkan. Dengan memiliki sertifikat ini, maka akan diprioritaskan untuk diterima di dunia kerja.
“Bagi peserta pelatihan, kalian harus bangga karena kita adalah pencetus ide ini, Maranatha memikirkan dan mempersiapkan tamatannya untuk siap ketika memasuki dunia kerja,” tegasnya.
Semuel mengharapkan kepada panitia dan peserta agar dapat mengikuti semua tahapan pelatihan ini dengan benar sampai tuntas. Pada kesempatan ini juga, Semuel mengucapkan terima kasih kepada UPT Latnakes Kupang untuk kerja samanya yang sudah terjalin selama 2 tahun, juga ucapan terima kasih kepada Ketua STIKes Maranatha, Prodi Diploma III Kebidanan dan juga panitia yang sudah bekerja menyelenggarakan kegiatan pelatihan PPGDON ini.
Yosefa Sarlince Atok selaku Ketua Panitia pelatihan PPGDON, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan kali ini diikuti oleh 57 peserta dari mahasiswa prodi DIII Kebidanan Stikes Maranatha. Pelatihan ini akan berlangsung di aula STIKes Maranatha selama 4 hari, dimulai dari tanggal 27 Mei hingga 31 Mei 2019. Kegiatan pelatihan ini menjadi program rutin bagi setiap mahasiswa kebidanan, dan saat ini dapat terlaksana atas kerjasama Prodi D III Kebidanan Maranatha Kupang dengan UPT Latnakes Kupang. (*/PL)
Baca Juga: Bukan Hal yang Mustahil Kota Kupang Eliminasi Malaria Tahun 2020

