Kota Kupang, medikastar.id
Ermi Ndun dari Unicef NTT mengungkapkan bahwa target pemerintah Kota Kupang untuk mengeliminasi kasus Malaria dari wilayah Kota Kupang pada tahun 2020 bukan merupakan sebuah hal yang mustahil.
“Tahun lalu, di Indonesia terjadi hampir 200 ribu kasus malaria di seluruh Indonesia. NTT pada saat itu menyumbang 18 ribu kasus, sementara Kota Kupang menyumbang 50 kasus malaria. Jadi kalau dibagi, rata-rata 1 kelurahan di Kota Kupang terjadi 1 kasus malaria. Artinya Kota Kupang bebas malaria itu bukan satu hal yang mustahil,” katanya dalam sosialisasi Perwali Eliminasi Malaria Nomor 16 Tahun 2019 tentang Eliminasi Malaria di Kota Kupang, Senin (27/05/19).
Ermi dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa Malaria bukan merupakan sebuah penyakit baru. Penyakit ini telah ada sejak zaman pra sejarah. Bahkan sejarah mencatat bahwa pada saat membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI, Presiden pertama RI, Soekarno saat itu tengah terkena Malaria.
Di Indonesia, lanjut Ermi, Wilayah Indonesia Timur, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan NTT merupakan daerah penyumbang terbesar kasus malaria di Indonesia.

“Hampir 90 persen kasus malaria terjadi di wilayah Indonesia Timur. Provinsi NTT sendiri, posisi kita secara nasional itu berada urutan ke dua,” jelasnya.
Namun, menurut Ermi, untuk wilayah Kota Kupang, kasus malaria yang terjadi sudah sangat kurang. Data menunjukan bahwa kasus malaria yang terjadi di Kota Kupang sudah kurang dari 1/1000 orang. Atau dengan kata lain, di antara 1000 orang, kemungkinan 1 di antaranya terkena malaria.
“Kalau dulu hampir setiap hari orang ke Puskesmas karena malaria. Malaria masuk dalam 10 besar kasus terbanyak di Puskesmas, tetapi saat ini untuk Kota Kupang, di antara 1000 orang, mungkin 1 orang saja yang terkena malaria,” katanya.
Oleh karena itu, dikatakan olehnya bahwa berdasarkan data yang ada, sangat relevan apabila Wali Kota Kupang mengeluarkan Perwali Eliminasi Malaria Nomor 16 Tahun 2019 tentang Eliminasi Malaria di Kota Kupang.
“Harapannya kalau ini kita bisa pertahankan, kita bisa cepat mendapatkan sertifikat bebas malaria dari Kementrian Kesehatan. Untuk Indonesia timur belum ada 1 kabupaten atau kota pun yang bebas malaria. Kalau Kota Kupang bisa cepat, mudah-mudahan kita menjadi kota pertama yang bebas malaria di Indonesia timur,” kata Ermi. (*/red)

