Rayakan HUT ke-45, PPNI Gelar Seminar

Kota Kupang, medikastar.id

Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), DPW PPNI Provinsi NTT dan DPD PPNI Kota Kupang menggelar seminar Keperawatan. Seminar yang berlangsung di Aula Cendana Wangi Poltekkes Kemenkes Kupang ini mengusung tema HUT PPNI 2019, “Keluarga dan Masyarakat Sehat bersama Perawat.”

Hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Ir. H.Muhammad Ansor dan juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus M. Mere, M.Kes. Narasumber lainnya yakni Aplonaris T. Berkanis S.Kep,Ns, MH.Kes, Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) dan Margaretha Teli, S.Kep.

Dalam pembukaan acara, Gubernur Provinsi NTT, Viktor B. Laiskodat yang sambutannya dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus M. Mere, M.Kes mengucapkan terima kasih atas sumbangsih yang telah diberikan oleh PPNI dalam membangun NTT.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan terima kasih atas sumbangsih yang telah diberikan oleh PPNI dalam membangun NTT yang tercintai ini,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh masyakat NTT untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan juga menghidupkan budaya membaca, minimal 2 jam per hari.

“Saya mohon dukungan kita semua dalam program 3 Quick Wins, yakni moratorium tambang, moratorium TKI dan penanganan permasalahan stunting. Mari kita mendukung gerakan revolusi hijau dan revolusi biru. Ini penting sebab pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa partisipasi aktif semua pihak,” tegasnya.

Sementara itu, ketua DPW PPNI provinsi NTT yang diwakili oleh ketua bidang organisasi dan kaderisasi, Sabinus Kedang, S.Kep., Ns., M.Kep menjelaskan bahwa perawat memiliki peran penting dalam mengawal keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat.

Dalam kaitannya dengan hal tersebut, perawat di NTT juga memiliki peranan penting dalam mengatasi permasalahan stunting yang tengah giat ditangani oleh pemerintah provinsi NTT.

“Melalui tema yang diangkat, PPNI berharap dapat membuka wawasan dan opini masyarakat serta sekaligus mendongkrak pengakuan masyarakat terhadap terhadap profesi perawat ke arah yang positif,” tuturnya.

Hal tersebut, lanjutnya, dapat terwujud melalui upaya peningkatan pelayanan kesehatan oleh perawat langsung ke masyarakat melalui praktik keperawatan mandiri, program perawat desa, dan program lainnya.

Dalam seminar tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus M. Mere, M.Kes membawakan materi mengenai Kebijakan Penanganan Stunting di NTT dan Peran Interdisiplin Ilmu dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Ir. H.Muhammad Ansor membawakan materi terkait Kebijakan Politik dalam Pelayanan Kesehatan.

Aplonaris T. Berkanis S.Kep,Ns, MH.Kes dan Margaretha Teli, S.Kep masing-masing membawakan materi mengenai Etika Profesi Perawat dan Peran Keluarga dalam Penanganan Stunting di NTT. (*/red)

Baca Juga: Ini Langkah Dinkes NTT Terkait Persoalan DBD di Sumba Timur