Rektor Unipa Maumere Ajak Semua Pihak Gerakan Literasi Kesehatan

Maumere, medikastar.id

Rendahnya tingkat literasi Indonesia menjadi salah satu persoalan bangsa. Menurut Most Literred Nation in The World 2016, tingkat literasi Indonesia berada di posisi 60 dari 61 negara atau setingkat di atas Botswana, sebuah Negara di Afrika selatan. Untuk mengatasi persoalan yang ada, perlu mengetahui duduk perkara yang bersangkutan. Selain itu, butuh kerja sama semua elemen termasuk salah satunya adalah dunia Perguruan Tinggi.

Rektor Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si ditemui Medikastar, Kamis (29/11/2018) di ruang kerjanya mengatakan bahwa  gerakan literasi merupakan satu kewajiban saat ini. Menurutnya apabila tidak segera dikumandangkan dan digerakkan bersama, maka akan berdampak bagi generasi-generasi yang akan datang.

“Literasi penting di semua bidang, salah satunya bidang kesehatan. Sebab penyebaran informasi hoaks di bidang kesehatan sangat meresahkan dan menjerumuskan masyarakat,” papar Doktor Ilmu Perikanan dari UNHAS ini.

UNIPA Maumere sendiri mempunyai Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, dengan 3 program studi, masing-masing program studi S1 Keperawatan, DIII Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners. Secara umum, pihaknya bertugas menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi, (Pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada mayarakat). Gerakan Literasi di dunia Perguruan Tinggi sudah dapat dilaksanakan dengan menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi, namun baginya itu perlu digerakkan bersama.

“Dengan literasi kesehatan maka civitas akademika dan masyarakat mendapatkan informasi yang benar tentang kesehatan, untuk itu perlu digerakkan bersama,” ungkapnya lagi.

Selanjutnya, pimpinan UNIPA Maumere dengan Basic Pendidikan Kelautan dan Perikanan S1 dan S2 dari IPB Bogor ini menuturkan bahwa kesehatan merupakan hak semua orang. Para pakar kesehatan, juga dosen dan mahasiswa kesehatan perlu bicara yang benar mengenai kesehatan. Efek perkataan yang benar akan menyebar luas dan dipercaya oleh semua orang sehingga penularan, publikasi, diseminasi informasi yang benar merupakan satu kebaikan untuk masyarakat.

“Kami telah memberi ruang kepada dosen dan mayarakat untuk menggerakan ini, mengaktifkan, menyukseskan atau meningkatkan  gerakan literasi. Selain itu, kepada mitra yang siap berkolaborai kami beri ruang. Tujuannya agar masyarakat diberi pemahaman yang satu dan sama sehingga tidak beredar informasi-informasi menyesatkan. Mari kita gerakkan bersama,” jelasnya. (DM)

Baca Juga : “Belajar Memasak Tidak Lebih Rendah dari Belajar Matematika”