Rindu Mengoyak Hati
Oleh: Naldy Fauzi
Sejenak ku menatap langit dalam gelap gegana
Aku terpatri pada waktu yang punya rencana
Terbaring ku pulas
Dalam rindu dan cinta yang kian pungkas
Senandung pilu kembali kulantun
Sembari kenang rasa yang berkabung
Aku pilu…
Menapakimu yang tak menentu
Aku rapuh…
Dengan jiwa ragaku yang penuh kegalauan
Ku selam dalam alur kegelapan
Berjalan dalam kebisuan mencekam tanpa harapan
Menggoyah kristal membuka selubung penutup mataku
Kemanakah kau melangkah
Kuingin melihat senyummu merekah
Dimanakah kita berpapas
Setelah sekian lama tak menapak tilas
Dalam hitam malam dan pekat
Hati terselubung Rindu melekat
Langit terkoyak merontak
Menemu bujuk bulan terbenam
Dalam rindu dan cinta yg runyam
Kutemukan nasib yang muram
Lalu pada raga kubertanya
Masih adakah namaku kau pampang
dalam hatimu yang lapang
Aku ingin ke masa lalu
menyisir rindu di pangkal harap
Aku ingin bernostalgia
Hilang sendu cinta didekap
Aku, kau dan waktu dahulu
Rajut mimpi berlayar sampai ke penghulu

Penulis adalah Naldi Fauzi, Sekarang bergiat di Komunitas Sastra wae lerang

