Sekitar 1000 Orang Guru di Kota Kupang Hadiri Dedari Family Festival 2019

Kota Kupang, medikastar.id

Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Dedari Kupang kembali menggelar event Dedari Family Festival. Festival yang berlangsung di GOR Flobamora, Oepoi Kupang, Sabtu (19/10/19) ini merupakan Family Festival ke-3 yang diadakan oleh Rumah Sakit tersebut. Terpantau, sekitar 1000 orang guru yang berasal dari TK, PAUD, SD, dan SMP se-Kota Kupang mengikuti kegiatan ini.

Dalam Dedari Family Festival 2019 ini dilangsungkan Talk Show Kesehatan yang menghadirkan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man sebagai narasumber. Selain itu, ada juga narasumber lainnya seperti Dr. dr. Simplicia M. Anggrahini, Sp.A,IBCLC yang membawakan materi mengenai Tumbuh Kembang Anak; dr. Dewa Putu Sahadewa, Sp.OG (k) yang memaparkan materi tentang Kesehatan Reproduksi Anak dan Remaja; serta dr. D.A.P. Shinta Widari, Sp.KJ, MARS yang membawakan materi mengenai Hypnoparenting.

Selain Talk Show Kesehatan, Dedari Family Festival 2019 juga menghadirkan sejumlah perlombaan, seperti lomba mewarnai gambar, lomba fashion show anak, lomba fashion show ibu hamil, lomba bayi merangkak, lomba ayah merias anak, lomba dance, dan juga lomba foto keluarga.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh guru dan orang tua yang hadir untuk memperhatikan secara serius mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dirinya meminta agar orang tua selalu memperhatikan pola makan dan juga menu makanan yang diberikan kepada anak. Dikatakan olehnya bahwa makanan yang disediakan untuk dikonsumsi, paling tidak bukan hanya nasi dan daging, tetapi ada juga sayuran dan buah-buahan demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Selain itu, dr. Hermanus juga menyingung permasalahan kesehatan yang tengah menjadi perhatian di NTT, yakni stunting. Dikatakan olehnya bahwa prevalensi stunting di Kota Kupang tidaklah tinggi, namun terdata bahwa masih ada anak yang mengalami stunting. Oleh karenanya, pihaknya akan terus berupaya. Bekerja sama dengan lintas sektor terkait agar angka stunting di Kota Kupang bisa menurun bahkan mencapai angka 0.

Lebih dari itu, dr. Hermanus mengajak seluruh guru yang hadir untuk meneruskan informasi edukatif yang mereka peroleh pada kesempatan tersebut kepada seluruh orang tua siswa.

“Ibu dan bapa guru yang ada di sini saya minta untuk menjadi pelita dan corong bagi orang tua untuk memperhatikan tumbuh kembang anak,” pesannya.

Sementara itu, dr. Dewa Putu Sahadewa, Sp.OG (k) menjelaskan bahwa Dedari Family Festival merupakan sebuah kegiatan rutin yang digelar oleh RSIA Dedari setiap tahunnya.

Hal yang berbeda dari Dedari Family Festival 2019, yakni bahwa pihaknya ingin agar kegiatan ini dapat lebih berkembang dan cakupannya lebih luas. Olehnya, Dedari Family Festival 2019 kali ini diadakan di tempat yang lebih luas dengan peserta yang lebih banyak, yakni para guru di Kota Kupang, orang tua, dan juga anak-anak peserta lomba.

“Tujuannya ialah bahwa kita ingin memberikan inspirasi atau contoh bagi semua masyarakat tetang bagaimana membuat seorang anak dapat menjadi anak yang sehat, cerdas dan kreatif, baik melalui berbagai lomba dan juga talk show yang kita adakan,” katanya.

Lebih dari itu, dr. Sahadewa mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya juga berupaya agar para Bapak dapat ikut berpartisipasi dalam event Dedari Family Festival.

“Saya punya ide lomba Bapa mendongeng, lomba bapak merias anak, tetapi sejauh ini belum banyak minatnya, sehingga ini yang kita upayakan agar para bapak juga ikut terlibat dalam kegiatan seperti ini,” sambungnya.

Terpisah, Damita Palalangan Amd.Keb., SKM., M.Hum, ketua panitia kegiatan menjelaskan bahwa Dedari Familiy Festival 2019 ini mengangkat tema, “Tumbuh Kembang Anak Menentukan Masa Depan Bangsa.” Kegiatan ini, secara khusus talkshow kesehatan yang digelar bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kesehatan anak, tumbuh kembang anak dan juga mengenai pola asuh anak.

“Selain itu, kita juga ingin menginformasikan kepada masyarakat mengenai kesehatan jiwa dan kesehatan reproduksi remaja. Dengan kegiatan ini, sekiranya mereka yang hadir memperoleh pemahaman bahwa tidak cukup orang tua memenuhi kebutuhan materi anak, tetapi yang paling penting, orang tua juga harus selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak,” katanya. (*/red)

Baca Juga: 2 Pesan Menteri PPPA di Raja Ampat