medikastar.id
Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan hal penting yang menjadi tiang penyangga agar rakyat Indonesia senantiasa merasa nyaman, aman, tentram, dan sejahtera, serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan ancaman yang memecah belah.
Melihat pentingnya hal ini, dr. Asyera R.A Wundalero, Anggota DPD RI Provinsi NTT terpanggil untuk secara massif memberikan sosialisasi kepada seluruh masyarakat mengenai 4 pilar tersebut. Tujuannya ialah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan juga Bhineka Tunggal Ika. Selain itu, sosialisasi dilaksanakan olehnya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan ini dalam kehidupan sehari-hari.

Kamis, (28/11/19) di gedung DPD RI Provinsi NTT, dr. Asyera memberikan sosialisasi mengenai 4 Pilar Kebangsaan ini kepada 150 orang mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Hukum Asal Sumba (IKBMHAS). Kepada generasi milenial tersebut, dr. Asyera menjelaskan mengenai pentingnya memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika juga menganai pentingnya mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalam 4 pilar tersebut.
“Saat ini pengamalan dan penghayatan terhadap 4 pilar kebangsaan, terutama di kalangan milenial terlihat rendah, bahkan ada gerenasi milenial yang belum memahami apa itu 4 pilar kebangsaan. Karena itu, saya ingin tekankan kepada kita semua bahwa kita semua memiliki kewajiban untuk terus memahami, menghayati dan menerapkan 4 pilar kebangsaan ini dalam kehidupan sehari-hari supaya negara kita ini terus menjadi negara yang utuh, memiliki martabat dan terus memiliki pedoman yang sudah diwariskan oleh nenek moyang kita sejak dahulu,” tegas dr. Asyera.
Di kesempatan itu Ia juga memberikan arahan bahwa sebagai pemuda-pemudi Indonesia, kaum muda perlu menyadari bahwa Indonesia memiliki hal-hal yang harus terus dipertahankan, salah satunya ialah 4 pilar kebangsaan. Hal ini penting mengingat Indonesia merupakan Negara yang berbeda dengan Negara lainnya di dunia. Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dan penuh dengan keanekaragaman namun dapat disatukan oleh para leluhur, para pejuang jaman dahulu, para pahlawan Negara dengan apa yang disebut sebagai 4 pilar kebangsaan.
“Kita bangsa yang majemuk tetapi kita bisa disatukan dengan 4 hal ini, sehingga kita tidak boleh melupakan nilai-nilai luhur yang sudah ditanamkan sejak dulu oleh nenek moyang kita sebelumnya,” kata dr. Asyera.
Mengingat para peserta sosialisasi tersebut merupakan generasi milenial yang berasal dari NTT, dr. Asyera mengutarakan bahwa masyarakat NTT perlu berbangga dengan 4 pilar kebangsaan tersebut, khususnya Pancasila. Pancasila merupakan salah satu dari 4 pilar kebangsaan yang lahir dari buah permenungan Soekarno saat tengah diasingkan di Ende, Flores.
“Kita harus bangga sebagai orang NTT karena di tempat kita inilah lahir Pancasila. Oleh karena itu, kebanggan ini harus diikuti dengan kemauan untuk terus mengamalkan dan juga menyampaikan 4 pilar kebangsaan ini, tidak hanya kepada lingkungan keluarga tetapi juga kepada masyarakat di sekitar kita,” ajaknya.

dr. Asyera meyakinkan semua yang hadir bahwa apabila 4 pilar kebangsaan ini terus didengungkan dalam kehidupan sehari-hari, maka sosialisasi tentang 4 pilar kebangsaan akan terus berlanjut dan akan menjadi sebuah mata rantai yang tidak pernah putus. Jika sosialisasi 4 pilar kebangsaan menjadi sebuah mata rantai yang tidak pernah putus, maka pengamalan akan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam 4 pilar juga akan terlaksana dalam kehidupan sehari-hari dan kemudian akan berdampak besar pada seluruh kehidupan bangsa Indonesia.
Di moment itu, selain memberikan penjelasan mengenai 4 pilar kebangsaan, dr. Asyera juga memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk bertanya dan berdiskusi bersamanya. Beberapa mahasiswa kemudian mengajukan pertanyaan mengenai Pilkada langsung dan juga mengenai demokrasi di Indonesia. Seluruh pertanyaan para mahasiswa ini dijelaskan kembali oleh dr. Asyera secara baik dalam suasana penuh keakraban. (*/red) Ini Penjelasan Kepala BPJS Kesehatan Kupang tentang Penyesuaian Iuran JKN-KIS
Baca Juga: Ini Penjelasan Kepala BPJS Kesehatan Kupang tentang Penyesuaian Iuran JKN-KIS

