Tempe yang Diolah Menggunakan Air Selokan Berbahaya bagi Kesehatan

Kota Kupang, medikastar.id

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Promosi Kesehatan Dinkes Kota Kupang, Alfrida Palebangan, SKM, M.Kes menegaskan bahwa tempe yang diolah dari air selokan, seperti yang ditemukan di RT 11 RW 04 Kelurahan Bakunase, Kota Kupang sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

“Ini sangat-sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat, karena air yang dipakai untuk mencuci bahkan untuk proses pembuatan tempe itu menggunakan air yang tidak memenuhi syarat, sehingga sangat berbahaya untuk masyarakat yang mengkonsumsi tempe yang diproduksi tersebut,” tuturnya ketika dimintai keterangan terkait pengrajin tempe di RT 11 RW 04 Kelurahan Bakunase, Kota Kupang yang menggunakan air selokan, Jumat (17/05/19).

Selain itu, Frida menegaskan pula bahwa limbah hasil olahan tempe yang dibuang kembali ke selokan yang sama juga bisa menjadi sumber penularan penyakit. Bahkan proses pembuatan tempe yang dilakukan di atas lantai dengan beralaskan terpal juga sangat tidak higienis.

“Limbah itu seharusnya dibuatkan tempat penampungan limbah, jangan dibuang ke halaman atau justru dibuang kembali ke selokan air yang tentunya bisa menjadi sumber penularan penyakit,” tuturnya.

Ingin Belajar Langsung di Rumah? Klik untuk Terhubung dengan Branded Home Private

“Selama ini kebanyakan dari mereka (pengusaha tempe, red) melakukan aktivitas pembuatan tempe di lantai saja dengan menggelar terpal biasa, jadi itu juga sangat tidak higienis dan sangat berbahaya, bisa menimbulkan berbagai jenis penyakit,” lanjutnya.

Terkait hal ini, pihaknya sudah melakukan sidak di tempat tersebut sejak setahun yang lalu dan menemukan bahwa tempat-tempat produksi tempe tersebut tidak memiliki ijin dan sertifikat laik sehat.

“Kami tidak memiliki kewenangan untuk menutup usaha, tetapi kita tetap melakukan pembinaan kepada mereka bagaimana cara pengolahan tempe yang sesuai dengan standard kesehatan, mulai dari proses pencucian kacang yang mana harus menggunakan air yang bersih, kemudian proses pembungkusan, tempat penyimpanan yang baik, juga mengenai limbah olahan tempe sebab tempe ini dikonsumsi oleh masyarakat luas,” terangnya.

Frida berharap agar para pengusaha tempe yang ada di Kota Kupang ini bisa melakukan proses usaha mereka sesuai dengan standard kesehatan yang telah ditetapkan.

“Kalau memang perlu bantuan dari teman-teman kesehatan, khususnya tenaga sanitarian yang ada di Puskesmas maka disampaikan saja. Kita siap membantu sehingga betul-betul proses usaha yang ada sesui dengan syarat kesehatan,” tutupnya. (*/red)

Baca Juga: Pengrajin Tempe Bakunase Mengaku Rindu Air Bersih

Video:

Mengenal Media Kesehatan Medika Star

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=CYv2IfMaQkA[/embedyt]