medikastar.id – Tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 8,37 persen. Persentase tersebut diperoleh dari 19 total kematian per 227 orang yang terinfeksi. Hal ini berarti tingkat kematian di Indonesia telah dua kali lipat melebihi rata-rata tingkat kematian di dunia yang sebesar 4,07 persen.
Angka di atas menunjukkan bahwa Indonesia harus mengupayakan tindakan yang lebih efektif dalam mengatasi kasus ini. Setelah sebelumnya muncul opsi lockdown, pemerintah akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.
Alasan yang cukup kuat mengapa lockdown tidak dipilih karena akan menghambat ekonomi dan aspek lainnya. Jika berjalan dengan baik, opsi tes massal mungkin saja akan menjadi upaya yang efektif guna melawan Corona, selayaknya yang telah dilakukan oleh Korea Selatan. Lantas, seberapa efektifkah upaya tes massal dalam melawan penyebaran virus Corona?
Tes massal berarti masyarakat akan melalui proses tes Covid-19 secara massal atau dalam jumlah yang sangat banyak sekaligus. Upaya ini telah lebih dulu dijalankan oleh Korea Selatan. Pemberlakuan upaya tes massal oleh negara tersebut terbilang efektif untuk mengontrol penyebaran virus Corona di negaramnya.
Sejak diumumkan bahwa terdapat pasien Covid-19 di Korea Selatan, angka pasien yang terinfeksi naik secara drastis. Hal ini membuat negara ginseng tersebut ditetapkan sebagai salah satu negara terbanyak yang telah terinfeksi virus Corona di luar Cina. Meski demikian, mereka enggan melakukan lockdown pada wilayah mereka.
“Korea Selatan adalah republik demokratis. Kami merasa bahwa lockdown bukanlah pilihan yang masuk akal.” Kata Kim-Woo Joo, seorang spesialis penyakit menular dari Korean Unversity pada ScienceMag.
Artikel terkait: Melawan Corona: Penetapan Status Bencana Nasional dan Social Distancing
Upaya tes masal yang mereka pilih diterapkan dilakukan secara total. Dengan segala sumber daya yang ada, tes Covid-19 dilakukan di ratusan klinik dan lebih dari 50 terminal. Cara melakukan tes tersebut adalah dengan menguji inspirasi (saluran pernapasan) dari masyarakat.
Setelah itu, dilaksanakan penyaringan untuk mendapatkan pasien yang dicurigai terkena infeksi. Penyaringan tersebut dilakukan hanya dalam hitungan menit. Selanjutnya, pasien akan mendapatkan penanganan lanjutan. Tes massal dan penanganannya bahkan digratiskan bagi mereka yang memiliki gejala telah terinfeksi virus Corona.
Saat ini, Korea Selatan memiliki kemampuan untuk menguji hingga 20.000 orang per hari. Selain totalitas yang dilakukan pemerintah, para warga juga bekerja sama secara baik. Hal tersebut membuat pemerintah sangat terbuka dalam mengungkap detail para pasien. Tujuannya agar masyarakat dapat menyadari apakah mereka berisiko terkena infeksi atau tidak.

Dengan kerja sama yang baik, tes massal yang dilakukan akhirnya bisa meredam penyebaran virus corona secara efektif di wilayah tersebut. Selain tes massal, pemerintah Korea Selatan tetap mempromosikan pola hidup sehat, serta social distancing pada warga mereka. Hal ini menjadi bukti bahwa tes massal dan upaya promosi kesehatan yang dilakukan secara baik, cukup efektif dalam melawan penyebaran Corona.
“Situasi secara perlahan sudah berada dalam kendali. Sejumlah besar kasus yang dikonfirmasi di Korea telah memungkinkan kami untuk membuktikan kemampuan kami dalam melawan virus tersebut.” Jelas Kim Gang-lip, Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan pada United Press International.
Upaya pengujian diagnostik dan investigasi epidemiologi sangat berguna untuk melawan virus yang tersebar. Dengan adanya data pasti dari seluruh pasien dan pola penyebaran yang jelas, infeksi virus Corona dapat dihambat dan petugas medis bisa fokus untuk merawat para pasien yang sudah ada.
“Kapasitas skala diagnosis dan pelacakan kontak adalah kunci yang sangat berpengaruh dalam upaya pengendalian epidemi (Penyebaran virus).” Kata Raina Maclntyre, seorang profesor penyakit menular dari University of New South Wales pada ScienceMag.
Terlihat dari data terbaru total kasus Covid-19 di dunia, Korea Selatan yang pada awalnya berada di peringkat atas, telah turun pada peringkat ke delapan versi Worldometer. Menilik hal tersebut, rencana penerapan tes masal dari Indonesia diharapkan bisa menghasilkan tingkat keefektivan yang baik dalam melawan virus Corona.
Keputusan yang telah diambil oleh pemerintah telah melalui berbagai pertimbangan. Oleh karena itu, semua pihak termasuk masyarakat perlu bekerja sama dengan baik. Kerja sama yang baik dapat dilakukan dengan mengikuti setiap rekomendasi dan arahan dengan benar. (har)
Baca juga: Sindrom-sindrom yang Dapat Dialami Pengguna Ponsel

